Arsenal Akan Kembali Berlatih Meski Inggris Dalam Lockdown

Liga Premier – Para pemain Arsenal akan kembali berlatih di tempat latihan London Colney mereka minggu depan. Kendati Inggris masih berada dalam penguncian yang diberlakukan pemerintah di tengah pandemi virus Corona saat ini. Arsenal akan menjadi klub Liga Premier pertama yang akan kembali berlatih dengan ketat. Sejak penangguhan sepak bola di Inggris karena pandemi global pada 13 Maret.

Sumber telah mengatakan kepada ESPN, bahwa aturan ketat telah diberlakukan oleh klub. Pemain akan melakukan perjalanan secara individual. Dan sudah akan berada di pelatihan mereka untuk sesi ini. Mereka akan langsung pergi ke lapangan terbuka, dengan semua bangunan di tempat latihan ditutup. Pemain akan kembali ke rumah segera setelah sesi. Tanpa mandi atau makan siang di tempat seperti biasanya.

Para pemain Arsenal akan berlatih dalam kelompok kecil dan menghormati aturan jarak sosial, seperti yang diberlakukan oleh pemerintah. Sumber telah mengatakan bahwa para pemain ESPN akan melakukan latihan individu dan berlatih dengan rota sehingga skuad tim pertama tidak berlatih sama sekali.

Arsenal Akan Kembali Berlatih Minggu Depan

Manajer Arsenal Mikel Arteta dinyatakan positif terkena virus c#orona, demikian diumumkan klub pada 12 Maret. Yang menyebabkan penundaan pertandingan mereka melawan Brighton & Hove Albion dan akhirnya penangguhan semua pertandingan di Inggris.

Pemerintah Inggris memberlakukan pedoman jarak sosial yang ketat setelah pecahnya pandemi. Dengan hanya pekerja penting yang harus meninggalkan rumah mereka untuk melakukan perjalanan ke tempat kerja. Sesuai instruksi pemerintah, olahraga hanya bisa dilakukan sendiri atau bersama orang yang tinggal bersama. Setiap aktivitas di luar ruangan harus dilakukan lebih dari dua meter dari tempat yang tidak Anda tinggali, menurut pedoman.

Hingga saat ini, Inggris menjadi negara terbesar keenam di dunia yang terjangkit virus. Laporan menyebutkan sudah 148 ribu lebih kasus tercatat sejauh ini. Sementara lebih dari 20.000 orang di Inggris telah meninggal karena virus Corona. Dengan Liga Premier dan semua liga utama di Eropa ditangguhkan tanpa batas waktu.