Atletico Madrid Lakukan Pemotongan Gaji di Tengah Pandemi

La Liga – Atletico Madrid telah mengumumkan bahwa para pemain dan staf kepelatihan mereka akan mengalami pemotongan upah sebesar 70 persen selama jeda penangguhan kompetisi. La Liga, seperti yang telah diketahui, mengalami penangguhan kompetisi akibat pandemi virus Corona yang menyebar ke seluruh dunia. Pemotongan gaji Atletico akan diumumkan pad ahari Jumat waktu setempat.

Los Rojiblancos mengungkapkan pada hari Jumat bahwa mereka akan meminta ERTE (Peraturan Ketenagakerjaan Sementara) untuk melakukan suatu langkah. Hal ini telah dijelaskan sebelumnya oleh CEO, Miguel Angel Gil Marin sebagai langkah yang diperlukan untuk menjaga masa depan klub.

“ERTE akan menghasilkan pengurangan 70% dalam gaji pelatih dan pemain dari tim utama putra, dari tim utama wanita dan dari Atletico Madrid B, selama durasi pernyataan keadaan darurat,” klub mengatakan dalam sebuah pernyataan pada hari Kamis waktu setempat.

Pengumuman dari Atletico ini mengikuti langkah serupa yang dilakukan oleh para pemain Barcelona awal pekan ini. Blaugrana mengatakan dalam sebuah pernyataan, jika mereka telah menyetujui pemotongan upah. Ini dilakukan untuk memungkinkan staf non-olahraga klub untuk terus mendapatkan gaji penuh mereka selama masa lockdown.

“Kesepakatan yang dicapai dengan tim pertama juga akan memungkinkan gaji 430 karyawan yang terkena dampak ERTE ditambahkan,” tambah Atletico.

“Untuk memungkinkan hal ini, skuat tim pertama akan menyediakan setengah dari jumlah yang dibutuhkan dan anggota Komite Manajemen Klub, yang terdiri dari Kepala Pejabat Eksekutif dan para Direktur di area yang berbeda, setengah lainnya.”

Pemotongan Gaji Atletico Akibat dari Wabah Virus Corona

Virus Corona telah mengancam dunia. Sejauh ini, kasus yang tercatat sudah mencapai 1.000.000 kasus lebih. Kasus kematian juga mencapai lebih dari 50.000 kasus, atau mencapai 20%. Spanyol menjadi negara kedua di Eropa yang mengalami pandemi terbesar. Saat ini, kasus telah mencapai 112.000 lebih, dengan kasus kematian dia atas angka 10.000.

Amerika menjadi negara yang terkena wabah terbesar di dunia. Lebih dari 240.000 kasus telah tercatat hingga saat ini. Untuk kasus kematian, 5.800 lebih kasus juga sudah tercatat.