Bek Monchengladbach Pastikan Bertahan, Inter Gigit Jari

Jurnal Bola

Inter Milan siap dibuat gigit jari setelah salah satu pemain incaran mereka, bek Borussia Monchengladbach, Matthias Ginter mengungkapkan keinginannya untuk bertahan di klub Bundesliga tersebut.

Ingin terus memperkuat tim mereka musim depan, Inter memang dikabarkan terus memburu pemain baru, termasuk salah satunya adalah bek tengah Monchengladbach, Matthias Ginter. Bek berusia 26-tahun tersebut memang dikenal cukup tangguh dan memiliki cukup banyak pengalaman tidak hanya di level Bundesliga namun juga bersama tim nasional Jerman.

Akan tetapi, minat dari I Nerazzurri terhadap Ginter tampaknya harus bisa mereka lupakan, setidaknya untuk musim depan. Hal tersebut dikarenakan sang pemain sendiri ternyata masih ingin bertahan dengan Die Folen musim depan, karena merasa masih banyak hal yang ingin dia capai dengan klub besutan Marco Rose tersebut.

“Saya merasa nyaman di Gladbach dan saya masih memiliki banyak hal yang ingin saya capai disini,” ungkap Ginter kepada Bild.

Keinginan kuat dari sang pemain memang bisa membuat Inter kecewa, karena Ginter disebut sebagai salah satu pemain yang sangat diinginkan oleh pelatih mereka, Antonio Conte. Sang pelatih kabarnya tidak terlalu puas dengan performa beberapa bek dari La Beneamata seperti, Milan Skriniar dan juga Diego Godin.

Namun, kesempatan bagi I Nerazzurri mungkin belum sepenuhnya tertutup karena menurut kabar Gladbach sebenarnya membuka peluang untuk melepas sang pemain. Namun, klub Bundesliga itu hanya akan mempertimbangkan penjualan itu jika ada yang bersedia membayar biaya transfer senilai Rp 684 miliar.

Angka tersebut tidak bisa dibilang murah, jadi Inter sepertinya harus rela merogoh koceknya sangat dalam jika memang ingin mencoba merayu sang pemain. Namun, jika Ginter memang sudah bersikeras untuk bertahan dengan Gladbach, sepertinya memang akan lebih baik jika I Nerazzurri mencari target lain untuk mereka datangkan musim panas nanti.

Alasan dari Ginter untuk bertahan dengan Die Folen bisa jadi karena performa mereka memang tengah meningkat saat ini. Dibawah asuhan Rose, mereka mampu mengakhiri musim ini menduduki peringkat ke empat dalam klasemen sementara dan tentunya akan bisa bertarung di Liga Champions musim depan.