Bencana Portugal di Eropa: Tanpa Wakil Sama Sekali

Liga Europa – Bencana Portugal di Eropa terjadi. SL Benfica, Sporting Lisbon, dan SC Braga – empat klub terkuat di negara itu – semuanya tersingkir dari persaingan di Liga Europa. Padahal, hasil pertandingan leg pertama memberi mereka peluang yang layak untuk membuat kemajuan. Apa yang terjadi?

Benfica mampu memimpin 3-1 di laga leg kedua di kandang sendiri, sebelum Shakhtar Donetsk menyamakan kedudukan menjadi 3-3. Mereka pun harus kalah agregat 4-5, setelah kalah di leg pertama dengan skor 1-2. Sporting berada di posisi yang kuat. Mreka sukses memenangkan leg pertama 3-1. Namun, Istanbul Basaksehir membalikkan permainan untuk menang 4-1. Agregat berakhir 4-5 untuk keunggulan Basaksehir.

Porto bahkan lebih buruk. Kalah 3-1 di leg pertama dalam pertandingan tandang melawan Bayer Leverkusen, mereka juga harus tunduk melawan wakil Jerman tersebut di kandang sendiri dengan skor 1-2. Agregat memihak Leverkusen dengan 2-5. Terakhir adalah Braga, yang telah unggul 0-2 melawan Rangers di Glasgow, tetapi kemudian kalah 3-2. Di kandang sendiri, mereka juga harus mengakui keunggulan Rangers dan kalah dengan skor tipis 0-1. Agregat menunjukkan 2-4 untuk kemenangan Rangers.

Kemunduran Kualitas Menjadi Bencana Portugal di Eropa

Ada kemunduran yang mengkhawatirkan dalam kualitas tim papan atas Portugal. Ini terjadi dengan semakin banyak pemain tertarik pada berbagai tawaran yang diberikan oleh liga-liga besar Eropa lainnya. Enam belas tahun yang lalu, Porto memenangkan Liga Champions di bawah asuhan Jose Mourinho. Satu tahun sebelumnya, Porto menang dalam Liga Europa. Sementara Sporting, Braga dan Benfica juga sempat mencapai final Liga Europa antara 2005 dan 2014.

Di masa lalu Portugal mengembangkan pemain sekaliber Hulk, Di Maria, James Rodríguez, Falcao, David Luiz, Ederson, Jan Oblak hingga Eric Dyer. Serta talenta lokal kelas atas seperti Rui Patrício, William Carvalho, Ricardo Carvalho, Fabio Coentrao, hingga Cristiano Ronaldo.

Banyak talenta yang sebelumnya bermain di Primeira Liga sekarang dapat ditemukan di Liga Premier Inggris. Diogo Jota menjadi bintang ketika Wolverhampton Wanderers dua kali bangkit dari ketinggalan untuk mengalahkan Tottenham Hotspur. Pasukan Nuno Espírito Santo sempat tertinggal, tetapi gol di babak kedua dari Jota dan mantan striker Benfica, Raul Jimenez memberi tiga poin kepada tim tamu dan memberikan kekalahan pada tim asuhan Mourinho. Ruben Neves kembali ke barisan bersama Joao Moutinho di lini tengah. Dan Rui Patrício bergabung dengan Jota, untuk membuat lima orang Portugal mengambil alih lapangan.

Bruno Fernandes juga terus mengesankan di Manchester United. Mantan gelandang Sporting itu menjadi Pemain Terbaik klub dengan gol lain dalam bentrokan Setan Merah dengan Everton. Fernandes berhadapan dengan rekan senegaranya, Andre Gomes dalam pertempuran di lini tengah di Goodison Park, yang berakhir imbang 1-1 setelah pertandingan yang berlangsung ketat. Untuk Fernandes, gol tersebut mewakili tiga pertandingan berturut-turut. Sementara, Gomes terus terlihat tajam pada start pertamanya sejak kembali dari cedera.