Berita Sepakbola Indonesia: Kelanjutan Liga Dalam Pandemi

Berita Sepakbola Indonesia: Kelanjutan Liga Dalam Pandemi

Berita Sepakbola Indonesia – Pemerintah masih belum memastikan untuk membuka semua aktivitas publik di Indonesia. Ini termasuk olahraga. Dan sejauh ini, kelanjutan liga Indonesia di tengah pandemi masih dalam tanda tanya besar. Sejauh ini, kasus virus Corona terlihat meningkat pada seminggu terakhir di tanah air. Dan hingga saat ini, beberapa kota juga masih mengadakan status darurat Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) untuk mengurangi penyebaran virus. Status ini dibuat pada awal bulan ini, dengan pembatasan semua aktivitas di seluruh Indonesia.

Sementara itu, PSSI, melalui pelaksana tugas hariannya, Sekretaris Jenderal, Yunus Nusi masih menunggu keputusan dari pemerintah. Yunus mengatakan jika PSSI akan tetap berpatokan pada kebijakan pemerintah untuk situasi do tengah pandemi global virus Corona ini. Dan keputusan untuk menentukan kelanjutan Liga 1 serta Liga 2 Indonesia untuk musim ini, berdasarkan keputusan tersebut nantinya.

“Surat keputusan Ketua Umum PSSI itu masih berlaku. Jadi kami masih menunggu hingga 29 Mei 2020 sesuai keputusan pemerintah. Setelah itu kita bicara alternatif dan opsi-opsi mengenai kelanjutan kompetisi liga musim 2020.” ujar Yunus.

Organisasi sepak bola tertinggi di Indonesia itu masih berpegang pada Surat Keputusan PSS nomor SKEP/48/III/2020. Surat keputusan ini keluar berdasarkan rapat Komite Eksekutif PSSI yang dilakukan pada tengah bulan Mei lalu. Sebelumnya, pemerintah melakukan penetapan darurat bencana akibat Covid-19 untuk tanggal 29 Februari hingga 29 Mei 2020. Dan jika pemerintah memperpanjang status darurat tersebut, maka kemungkinan kelanjutan liga Indonesia akan dihentikan. Namun, jikapun nantinya kompetisi akan dilanjutkan, mayoritas tim Liga Indonesia telah memberikan saran untuk menghentikan kompetisi musim ini. Berikut berita sepakbola Indonesia lebih lanjut!

Berita Sepakbola Indonesia: Dilema Kelanjutan Liga 1 dan Liga 2

Di sisi lain, masih terdapat dilema besar terkati dengan kompetisi sepak bola terbesar di Indonesia ini. Karena walaupun kompetisi akan dilanjutkan kemudian, maka seluruh laga akan tanpa penonton. Tak hanya itu, sponsor pun kemungkinan besar akan meninggalkan klub, karena target mereka tentu saja penonton dan pendukung yang mendatangi stadion. Begitu juga ketidakjelasan kompetisi bisa membuat pihak sponsor menjadi ragu.

Sementara itu, para penggemar sepak bola Indonesia juga tentu saja merasa iri dengan kembalinya K-League pada awal bulan Mei. Para pendukung dan pecinta sepak bola Korea Selatan bisa menikmati tontonan sepak bola mereka, walaupun di tengah pandemi. Karena sejauh ini juga, Korea Selatan bisa mengontrol laju perkembangan virus di negara mereka. Korea Selatan juga menjadi salah satu negara Asia yang sukses mengendalikan perkembangan Covid-19, selain Vietnam dan Jepang.

Tak hanya Korea Selatan. Bundesliga, selaku salah satu dari lima liga top Eropa, juga telah melanjutkan kompetisi mereka pada pertengahan bulan ini. Juga, liga besar lainnya sedang berusaha dalam jalur untuk melanjutkan kompetisi mereka pada musim ini. Liga Premier, La Liga dan Serie A sedang melakukan pengujian akhir untuk menentukan waktu melanjutkan kompetisi. Hanya Ligue 1 saja yang sejauh ini telah membatalkan sepak bola mereka.

Indonesia, jika saja mampu menerapkan sistem yang telah ditentukan oleh pemerintah, mungkin bisa membuat penyebaran semakin minim. Dan saat itu, kita tentu saja akan bisa menikmati kembali sepak bola seperti biasanya. Namun, terlepas dari kebijakan pemerintah serta masyarakat dalam menghadapi penyebaran virus saat ini, masih banyak keraguan untuk kompetisi bisa dilanjutkan. Dan jika saja kelanjutan liga bisa dilakukan – tanpa penonton – masih akan ada dilema lainnya. Apakah sponsor masih akan tetap ada untuk klub?

Perdebatan Kelanjutan Liga 1 | Berita Sepakbola Indonesia

K-League dan Bundesliga sejauh ini telah berhasil kembali ke kompetisi sepak bola di negara masing-masing. Namun satu yang perlu digarisbawahi: mereka melakukannya tanpa penonton. Semua pertandingan hanya disiarkan secara langsung, di dalam stadion tertutup. Juga, mereka memberikan protokol kesehatan yang berlapis.

Dan pilihan untuk kelanjutan Liga 1 Indonesia juga sempat mengemuka untuk dilakukan tanpa penonton. Tapi, klub yang berpartisipasi menolaknya. Kebanyakan klub mendapatkan pendapatan bersih melalui penggemar yang memadati stadion. Jika dilakukan tanpa penonton, itu tidak akan memberikan solusi. Ini juga sempat dilontarkan oleh Manajer Umum Arema FC, Ruddy Widodo dan CEO PSIS Semarang, Yoyok Sukawi.

“LaLiga, Serie A, atau Liga Jerman, jelas berbeda dengan Indonesia. Tidak sama. Apalagi, tanpa penonton. Bagaimana dengan pemasukan klub yang bergantung dengan itu?,” ucap Ruddy.

Yoyok, di sisi lain juga tidak setuju dengan keputusan untuk melanjutkan liga tanpa penonton di stadion.

“PSIS tidak setuju apabila Liga 1 2020 nantinya digelar tanpa penonton. Tak hanya soal pemasukan tiket sewaktu laga kandang, namun ada faktor lain yang juga penting,” tuturnya. “Faktor lainnya itu kami kan punya sponsor. Nah, sama sponsor itu ada beberapa perjanjian yang mengharuskan pertandingan digelar dengan penonton karena sponsor kan ada yang membuka booth di stadion dan memasang alat promosi di stadion. Jadi kami kurang setuju,” jelasnya.

Tapi selain penolakan, Komisaris Persib Bandung, Umuh Muchtar, menyetujui untuk melanjutkan liga walaupun digelar tanpa penggemar dalam stadion. “Kalau saya setuju. Dari pada sepi, minimal ada hiburan masyarakat bisa disiarkan juga di TV. Tidak ada masalah. Asal nanti sama-sama menjaga dan lebih diperketat setiap pertandingannya,” kata Umuh, menurut IndoSport.

Pernyataan Umuh juga disetujui oleh Presiden Persiraja Banda Aceh, Nazaruddin Dek Gam. “Harus jelas dulu. Boleh saja tanpa penonton, asal subsidi ditambah. Kalau bisa, kita siap saja,” sebut Nazaruddin dilansir dari IndoSport.

Berita Sepakbola Indonesia: Sponsor Akan Angkat Kaki Jika Kompetisi Dibatalkan

Salah satu hal yang sulit dielakkan adalah keberadaan sponsor. Sponsor, bagaimanapun juga, merupakan hal terpenting bagi klub untuk hidup. Sponsor bisa memberikan bantuan besar bagi para klub untuk berlaga di kompetisi. Kerjasama yang baik antara sponsor dan klub bisa mendatangkan keuntungan untuk kedua pihak.

Bukan rahasia lagi apabila semua klub Liga 1 akan mencari sponsor sebanyak-banyaknya untuk membantu dana operasional yang mereka keluarkan untuk klub. Ini bisa dilihat dari peletakkan logo sponsor di setiap jersey yang digunakan para pemain di lapangan. Juga, biasanya banyak banner maupun poster yang tersebar di penjuru stadion.

Dan jika keputusan PSSI untuk menghentikan liga saat ini, tentu saja sponsor juga akan undur diri dari klub. Bisa juga mereka akan menarik dana yang telah dikeluarkan untuk klub yang disponsorinya. Atau, menghentikan dana yang telah diberikan pada termin selanjutnya. Karena kebanyakan sponsor memberikan dana sponsor mereka dalam beberapa tahap. Menurut Manajer Bisnis dan Marketing Arema, Yusrinal Fitriandi, kebanyakan klub baru menerima dana sponsor dalam termin pertama.

“Dana dari sponsor baru menerima termin pertama. Rata-rata pencairannya dua sampai tiga kali termin (dalam satu musim). Jadi tidak semua diterima klub,” katanya kepada IndoSport.

Apakah Liga Memang Harus Dilanjutkan?

Pertanyaan terakhir yang masih mengganjal adalah: “Haruskah liga dilanjutkan?” Bagi penggemar, menikmati sepak bola kasta tertingg di Indonesia adalah hal yang ditunggu-tunggu. Dan jika nantinya kompetisi akan dilanjutkan tanpa penonton, setidaknya mereka masih bisa menikmati melalui TV.

Dan untuk klub maupun sponsor, mereka juga tentu ingin melanjutkan kompetisi. Ini dilakukan agar kesepakatan kedua pihak bisa berjalan. Pihak sponsor, dalam hal ini, juga harus memaklumi jika nantinya kompetisi akan berjalan tanpa adanya penggemar di dalam stadion. Tidak sepenuhnya sponsor akan mengalami kerugian. Sejauh logo sponsor mereka masih melekat di kostum para pemain, serta nama brand mereka yang masih akan ada di sekitar stadion. Dan, mungkin sponsor bisa melakukan promosi labih jauh, seperti membuat masker dengan merek mereka untuk digunakan oleh staf dan pelatih klub. Juga, klub tentu saja akan mendapatkan keuntungan dari hak siar Liga 1 jika kompetisi dilanjutkan nantinya. Daripada tidak ada pemasukan sama sekali.

Namun perlu diingat kembali lagi, semua tergantung dari kebijakan pemerintah. Jika memang memungkinkan untuk menghentikan status darurat dan kembali ke new normal, PSSI akan menimbang untuk melanjutkan Liga 1 dan Liga 2 Indonesia. Kita hanya bisa menunggu keputusan yang terbaik bagi semuanya saat ini.

Berita Sepakbola Indonesia: Kelanjutan Liga Dalam Pandemi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *