Tinggalkan Munich untuk Kunjungi Anak, Boateng Didenda

Bundesliga – Bayern Munich telah memberi denda kepada pemain belakangnya, Jerome Boateng. Boateng didenda karena ketahuan meninggalkan kota Munich tanpa izin. Tindakan yang melanggar aturan ketat karantina mandiri yang diberlakukan oleh klub dan negara karena wabah virus Corona. Seperti yang diketahui, wabah sedang melanda dunia saat ini. Seluruh kompetisi sepak bola Eropa, termasuk Bundesliga, sedang ditangguhkan hingga waktu yang belum ditentukan. Jerman kini menjadi negara terbesar kelima yang terjangkit pandemi virus Corona – terbesar ketiga di Eropa.

Menurut televisi TVO, pemain berusia 31 tahun itu telah meninggalkan kota untuk mengunjungi putranya yang sakit, yang terlibat dalam kecelakaan jalan pada hari Selasa. Bayern pun kemudian membuat pernyataan tentang bek asal Jerman tersebut.

“Bek Bayern, Jerome Boateng meninggalkan Munich kemarin tanpa izin dari klub,” kata juara Jerman itu dalam sebuah pernyataan. “Boateng telah melanggar pedoman yang dikeluarkan oleh klub karena terlalu jauh dari rumahnya.”

“Pedoman ini mengatur perilaku para pemain FC Bayern dalam situasi saat ini sejalan dengan arahan pemerintah tentang pembatasan pergerakan dan rekomendasi dari otoritas kesehatan.”

Boateng Didenda dan Akan Disumbangkan ke Rumah Sakit Setempat

Bayern sendiri tidak merinci jumlah denda yang diberikan. Namun, mereka menginformasikan jika denda tersebut akan disumbangkan ke rumah sakit setempat.

“Saya tahu pasti salah untuk tidak memberi tahu klub tentang perjalanan saya, tetapi pada saat itu, saya hanya memikirkan putra saya,” kata Boateng kepada surat kabar Bild. “Dia tidak dalam kesehatan yang baik. Jika seorang anak memanggil ayahnya, maka tentu saja aku akan pergi, kapan pun waktunya.”

Jerman sejauh ini telah mencatat lebih dari 78.000 kasus positif Corona. Kasus kematiannya di Jerman saat ini mencapai 931 orang.

Pandemi virus Corona pertama kali diketahui di Jerman pada tanggal 27 Januari 2020. Kasus awal diketahui berasal dari dekat Munich, Bavaria. Mayoritas kasus COVID-19 pada bulan Januari dan awal Februari berasal dari markas besar produsen suku cadang mobil di sana. Kematian pertama menimpa seorang wanita berusia 89 tahun di Essen, dan seorang pria berusia 78 tahun di Heinsberg. Kasus kematian ini dilaporkan pertama kali pada 9 Maret 2020.