Dortmund Gunakan Stadion Kebanggaan untuk Pusat Uji Corona

Bundesliga – Borussia Dortmund telah mengkonversi bagian dari stadion mereka, Signal Iduna Park menjadi pusat pengujian virus Corona. Dortmund gunakan stadion mereka yang terkenal di dunia – di seberang Yellow Wall – dan bekerja sama dengan Asosiasi Asuransi Kesehatan Hukum Westphalia-Lippe (KVWL).

Stand Utara stadion yang berkapasitas 81.000 itu akan berfungsi sebagai pusat perawatan untuk pasien yang diduga COVID-19. Direktur Manajer Dortmund, Carsten Cramer menyatakan jika ini merupakan kontribusi yang bisa dilakukan oleh klub Jerman tersebut saat ini.

“Saya pikir inilah saatnya untuk membantu ketika segalanya menjadi sangat sulit,” sebut Cramer. “Jika kita bisa melakukan itu dengan membuat stadion kita tersedia, saya pikir itu adalah kontribusi luar biasa yang dapat dibuat Borussia Dortmund.” Lanjutnya.

Ingin Bantu Korban COVID-19, Dortmund Gunakan Stadion Mereka

Mantan pemain muda Dortmund, Luca Kilian, yang saat ini membela SC Paderborn 07, adalah pemain Bundesliga pertama yang dites positif terkena virus Corona. Sesuatu yang sejak itu telah ia atasi. Cramer pun mengatakan jika mereka senang untuk bisa berpartisipasi membantu sesama.

“Ketika kami ditanya, kami awalnya berpikir ini hanya untuk waktu yang singkat,” lanjut Cramer. “Tapi semua orang di BVB dengan cepat sampai pada kesimpulan bahwa ya, kami akan senang untuk berpartisipasi.” Tuutpnya.

Ordinary Assembly of the DFL Deutsche Fußball Liga baru-baru ini menyelesaikan penyesuaian yang luas terhadap proses perizinan. Ini dilakukan untuk mengurangi ketegangan pada semua klub di Bundesliga dan 2. Bundesliga.

Sebelumnya, raksasa sepakbola Spanyol, Real Madrid juga menggunakan stadion mereka, Santiago Bernabeu sebagai pusat medis. Stadion kebanggaan warga Madrid itu digunakan untuk menyimpan stok obat untuk menghadapi wabah virus Corona. Kota Madrid juga mengubah tempat lain di kota untuk mengatasi situasi darurat.

Jerman mengalami kenaikan signifikan untuk kasus virus Corona. 97.000 lebih kasus telah dilaporkan sejauh ini, dengan kasus kematian yang mencapai angka 1.478 orang. Jerman juga menjadi negara keempat terbesar di dunia yang mengalami pandemi global saat ini.