Emosi Karena Diganti, Persija Hukum Sandi Sute

Liga Indonesia – Persija Jakarta boleh menikmati kemenangan mereka di laga perdana Liga 1 Indonesia 2020 saat menundukkan Borneo FC. Namun kesuksesan mereka menaklukkan tim asal Kalimantan Timur tersebut meninggalkan cerita yang tidak mengenakkan. Pemain tengah tim Macan Kemayoran, Sandi Sute, terlihat tidak terima saat digantikan pada menit ke-19. Ia sempat mengamuk karena dirinya diganti oleh pemain baru, Evan Dimas. Dengan kejadian ini, Persija hukum Sandi Sute dengan larangan bermain di dua laga bersama Persija.

Pesija berhasil mengakhiri pertandingan di Stadion dengan skor tipis 3-2 pada hari Minggu (01/03). Gol-gol dari Osvaldo Haay, Marko Simic dan Evan Dimas berhasil dibalas oleh Borneo FC melalui Fransisco Torres dan gol bunuh diri Ryuji Utomo. Evan sendiri masuk menggantikan Sandi Sute, dan mampu mengubah permainan menjadi lebih hidup.

Gelandang yang berasal dari Palu tersebut terlihat marah saat diganti oleh pelatih Sergio Farias. Ia pun keluar dan menendang botol di sisi lapangan. Ia pun tidak bergabung bersama rekan-rekannya di bangku cadangan, dan langsung berjalan masuk ke lorong stadion. Buntut dari kejadian ini, Persija langsung mengambil sikap tegas untuk pemain berusia 27 tahun tersebut.

Persija Hukum Sandi Sute dengan Larangan Bermain di Dua Laga

Tim ibukota langsung memberikan hukuman untuk sang pemain dengan larangan di dua laga ke depan di Liga 1 Indonesia. Dikutip dari situs resmi klub, manajer Persija, Bambang Pamungkas pun memberikan respon atas kejadian memalukan tersebut.

“Atas dasar rasa kebersamaan, saling menghormati, dan mendahulukan kepentingan tim di atas kepentingan pribadi, maka manajemen memutuskan untuk memberikan hukuman disiplin berupa skorsing sebanyak dua pertandingan, dalam lanjutan kompetisi Liga 1 2020.”

Mantan penyerang andalan Persija dan tim nasional Indonesia itu pun berharap agar kejadian yang terjadi dapat menjadi pelajaran bagi si pemain maupun pemain lainnya.

“Semoga kejadian ini yang terakhir kali dan dapat menjadi pembelajaran tidak hanya bagi Sandi Sute, namun juga pemain yang lain.”