Empat Pemain Paling Berjasa Loloskan Man United ke Liga Champions

Jurnal Sepakbola – Sepak bola dan gol-golnya adalah hasil kerjasama tim, namun ada empat pemain yang paling berjasa mengembalikan harkat dan martabat Manchester United ke Liga Champions musim depan. Inilah daftarnya.

Pasukan Ole Gunnar Solskjaer menutup musim Liga Inggris 2019/2020 dengan kemenangan manis 2-0 atas Leicester City, meloloskan Setan Merah ke di Liga Champions musim depan, usai finish di urutan ketiga klasemen, meski pun pada bulan Januari.

Di antara semua pemain Manchester United musim ini terdapat empat pemain yang memperoleh nilai 9 dari kemungkinan maksimal 10 untuk performa menonjol mereka. Dari empat pemain tersebut, satu gelandang dan tiga striker.

David De Gea 6: Mencatatkan 13 kali gawang bersih dalam 38 penampilan tapi melakukan beberapa blunder fatal bagi The Red Devils, membuat posisinya diragukan untuk musim depan.

Berita Bola Terbaru:

Advertisement

Victor Lindelof 6: Salah satu pemain yang paling capek karena tampil reguler di jantung pertahanan United, cukup tenang dan nyaman bermain di belakang, tapi kemampuan fisik dan responsnya sering dipertanyakan.

Harry Maguire 7: Didatangkan dari Leicester City pada awal musim, ia bukan bek yang cepat dan tidak benar-benar brilian dalam seni bertahan, tapi Maguire mengatasinya dengan positioning yang tepat di setiap laga dan menunjukkan kepemimpinan yang dibutuhkan United. Untuk itulah klub membayarnya mahal dari The Foxes.

Eric Bailly 5: Ketika fit, Bailly adalah bek yang berkualitas. Sayang dia rawan cedera dan baru tampil empat kali di ajang Premier League. Untuk alasan inilah Solskjaer ingin menambah bek tengah baru.

Phil Jones 4: Cuma dipilih untuk bermain sebanyak dua kali saja sepanjang musim ini, itu pun terlihat kesulitan di belakang dan membuat pertahanan United lebih rawan bersamanya. Termasuk pemain yang ingin dijual klub, kalau ada yang minat.

Axel Tuanzebe 5: Tampil menjanjikan, sayang banyak terganggu oleh cedera. Baru sempat lima kali tampil musim ini.

Aaron Wan-Bissaka 8: Didatangkan dari Crystal Palace pada awal musim, kehadirannya pada posisi bek kanan menjadikan pertahanan United makin solid. Ia merupakan salah satu bek terkuat dan tak terkalahkan dalam duel satu lawan satu. Hanya perlu meningkatkan efisiensi umpan crossingnya ke kotak penalti.

Luke Shaw 7: Karirnya sempat naik turun di United, tapi musim ini Luke Shaw menunjukkan performa menjanjikan. Tak hanya kuat di pertahanan, bek Inggris juga sangat mengancam saat maju sampai ke sayap pertahanan lawan. Kekurangannya tentu saja, kualitas crossing dan umpan di sepertiga akhir, alasan mengapa dia nol assist musim ini.

Diogo Dalot 4: Sempat dipuji Jose Mourinho sebagai bek kanan masa depan United, nasibnya terkatung-katung di era Solskjaer. Masalah cedera semakin memperburuk situasinya. Baru main empat kali di Premier League.

Brandon Williams 7: Talenta Williams membuat beberapa pihak sempat menyebutnya sebagai pemain akademi terbaik klub. Sangat solid di pertahanan, bisa bermain di kiri dan kanan, sangat eksplosif, dan membuat klub tak kekurangan kualitas ketika Shaw absen.

Timothy Fosu-Mensah 5: Sempat absen lama karena cedera membuat sentuhan Fosu-Mensah terlihat sangat kurang. Kualitas bek sayap United merosot drastis ketika bek Belanda 22 tahun ini mengisi peran Wan-Bissaka atau Shaw di kedua sisi sayap.

Nemanja Matic 7: Terlahir kembali dengan kualitas hebat pada putaran kedua musim. Sempat terlihat akan dilepas klub karena dianggap terlalu lambat selama paruh pertama, Matic justru menjadi pilihan rutin Solskjaer selama enam bulan terakhir, terlebih dengan kedatangan Fernandes dan kembalinya Pogba. Kerjanya di lini tengah defensif membuat kedua gelandang serang United ini bisa maju menyerang dengan hati tenang.

Fred 6: Sempat dipuji sebagai pemain terbaik klub, tapi kemudian perlahan mulai jarang mendapatkan waktu bermain. Perannya lebih terlihat di ajang Liga Europa ketimbang di Liga Inggris, saat Fred belum mengemas satu pun gol maupun assist.

Scott McTominay 7: Menunjukkan kualitas menjanjikan, mencetak empat gol dan sebiji assist. Scott McTominay berkembang pesat di bawah asuhan sang pelatih Norwegia, meski belakangan tempatnya direbut kembali oleh Matic.

James Garner 3: Tak cukup mendapatkan kesempatan, dengan hanya tujuh kali masuk skuad dan sekali bermain. Itu pun hanya sebagai pengganti dan bermain delapan menit di atas lapangan.

Andreas Pereira 5: Sebenarnya bukan termasuk pemain gagal, hanya saja dia memang tak cukup baik untuk tim Manchester United. Masa depannya di klub saat ini diragukan.

Juan Mata 5: Musim terburuknya di United. Bermain 19 laga, hanya menyumbang dua assist. Keputusan klub memperpanjang kontraknya pada Juni 2019 hingga musim panas 2021 tampaknya sebuah keputusan yang salah.

Angel Gomes 3: Tak cukup mendapatkan kesempatan bermain, hanya sempat dua kali turun ke lapangan. Tak heran ia akhirnya memutuskan pergi musim panas ini.

Bruno Fernandes 9: Meski baru bermain sejak Januari, Fernandes harus diakui adalah pemain terbaik United musim ini. Sebelum dia datang, Setan Merah tertinggal 14 poin di belakang Leicester, kalah margin 20 gol. Kini sejak kedatangannya, klub tak terkalahan dalam 9 pertandingan sejak restart kompetisi bulan Juni, membantu klub dengan 8 gol dan 7 assist!

Daniel James 6: Memiliki awal musim yang mengesankan, tapi konstribusinya memudar seiring berjalannya waktu. Punya kecepatan luar biasa, tapi kurang kemampuan dribble dalam memecah pertahanan lawan. Tempatnya kini direbut Greenwood dan ada ide untuk meminjamkan sang pemain jika United berhasil mendatangkan Jadon Sancho.

Jesse Lingard 4: Usai 22 penampilan, butuh menit ke-6 dari masa injury time dari laga terakhir Liga Inggris untuk mencetak gol pertama dan satu-satunya bagi United di ajang liga. Lingard telah kehilangan dukungan dari Solskjaer dan dapat menjadi pemain pertama yang dijual pada jendela transfer.

Tahith Chong 3: Sama seperti pemain muda lain, Chong kurang mendapatkan kesempatan di Premier League, baru bermain tiga kali dengan total hanya 34 menit di atas lapangan.

Mason Greenwood 9: Musim yang luar biasa bagi pemain muda United, yang memiliki 10 gol atas namanya musim ini, 17 gol untuk semua kompetisi. Greenwood memiliki kemampuan penyelesaian akhir yang hebat dengan kedua kakinya. Kekurangannya hanya karena bermain di sisi sayap, ia terkadang tak punya kesempatan yang cukup di kotak penalti dan menciptakan peluang mencetak gol.

Marcus Rashford 9: Sempat lama absen, Rashford masih memiliki 17 gol dan 8 assist atas namanya untuk United. Penyerang 22 tahun ini adalah masa depan cerah bagi klub, bakatnya luar biasa, terutama dengan kemampuannya bermain di berbagai posisi.

Anthony Martial 9: United membutuhkan Anthony Martial sebagai penyerang tengah setelah keluarnya Romelu Lukaku dan Alexis Sanchez. Pemain internasional Prancis itu melakukan tugasnya dengan sangat baik, mencetak 17 gol dan 7 assist di liga, dan 22 gol untuk semua kompetisi.

Odion Ighalo 6: Sayangnya Ighalo tak terlalu berguna di liga, tak seperti di kompetisi piala dan Liga Europa. Musim ini, Ighalo hanya selalu bermain sebagai pengganti di Premier League, tampil hanya 11 kali dengan total hanya 90 menit, gagal menyumbang gol maupun asisst.

Sergio Romero -/- Tak bermain satu kali pun di Premier League, tapi dia selalu tampil memuaskan di kompetisi piala dan Liga Europa.

Lee Grant -/- Sama dengan Romero, Grant juga tak sempat sekalipun bermain di Premier League.

Liga Inggris