Gembira Bisa Gapai Impian dengan Sevilla, Suso Tetap Janjikan Ini Untuk Milan

Berita Bola – Gembira bisa mewujudkan impiannya agar bisa bermain di Liga Champions bersama Sevilla, Suso tidak melupakan mantan klubnya AC Milan.

Datang ke Sevilla pada bulan Januari kemarin sebagai pemain pinjaman dengan kewajiban pembelian dengan syarat khusus, Suso akhirnya sudah resmi statusnya dipermanenkan oleh Los Nervionenses. Dengan ketentuan bahwa sang pemain harus dibeli jika klub besutan Julen Lopetegui itu lolos ke Liga Champions, maka mereka dengan kesuksesan finis di posisi empat besar winger 26-tahun itupun dikontrak selama lima tahun.

Menanggapi kepindahannya secara resmi tersebut, mantan pemain Liverpool itu mengungkapkan rasa terima kasihnya  atas kepercayaan yang diberikan oleh Sevilla, melalui akun Instagramnya. Sang pemain juga tidak bisa menyembunyikan kegembiraanya bisa menggapai impiannya untuk bisa tampil dan bermain di Liga Champion musim depan, setelah memperkuat Los Nervionenses tersebut.

Bagi winger 26-tahun tersebut, bisa mencicipi kompetisi tertinggi antar klub Eropa tersebut sudah merupakan impiannya sejak kecil. Karena itulah dia memang merasa sangat bergembira dan berterima kasih karena bisa menggapai impian tersebut setelah bergabung dengan skuad besutan dari Lopetegui selama setengah musim.

Suso Berjanji Akan Seterunya Menjadi Seorang Rossonero

Akan tetapi, Suso sama sekali tidak melupakan Milan yang sudah dia anggap sebagai keluarganya selama setidaknya lima tahun. Sang pemain juga tidak lupa menghaturkan terima kasihnya kepada I Rossoneri dan berjanji akan selalu menjadi bagian dan pendukung utama bagi skuad Merah Hitam tersebut.

Sevilla sendiri menurut informasi Football Italia membayar sekitar Rp 406 miliar untuk memboyong Suso dari I Rossoneri, yang tentunya memberikan keuntungan cukup besar bagi skuad asuhan Stefano Pioli tersebut. Milan sendiri memboyong sang pemain dari Liverpool hanya dengan harga sekitar Rp 22 miliar saja pada Januari 2015 lalu.

Keputusan dari Suso untuk meninggalkan Milan dikarenakan keingian sang pemain untuk kembali ke kampung halaman selain karena tekanan besar dari beberapa penggemar I Rossoneri. Sang winger sendiri juga merasa sulit terus di klub Merah Hitam karena mereka terus melakukan perubahan tiap musimnya, sehingga tidak mudah menemukan kontinuitas dan juga kekompakan antar tim.