Idola Penggemar: Alessandro Nesta dan Tekel Sempurna

Serie A – Banyak pesepakbola yang bermain sebagai pemain belakang yang mungkin diingat oleh para penggemar. Dan setiap negara maupun klub pasti memiliki pahlawannya sendiri di garis belakang. Salah satunya adalah bek kenamaan , Alessandro Nesta. Nesta, tanpa diragukan lagi, adalah salah satu bek terhebat yang pernah memainkan permainan yang indah.

Pemain asal Italia itu terlihat seperti Rolls-Royce. Seorang bek tengah yang anggun dan elegan, yang tentunya ditakuti setiap penyerang. Nesta melambungkan namanya di Lazio, di mana ia menikmati sembilan tahun yang sarat trofi. Tetapi waktunya bersama Milan, merupakan tempat pemain hebat itu paling dikenang. Nesta, sepanjang kariernya sukses meraih satu Piala Dunia, dua Liga Champions, tiga gelar Serie A dan tiga Coppa Italia untuk namany.

Pria yang saat ini memanajeri klub Serie B, Frosinone, itu adalah bagian dari lini belakang tangguh Milan pada waktu itu. Terdiri dari Paolo Maldini, Cafu dan banyak lagi. Pada puncaknya, tidak ada yang bisa melewati pertahanan itu – khususnya Nesta – dengan mudah. Tetapi permainan pragmatis Milan secara signifikan lebih lemah ketika mereka bermain Barcelona pada 2011.

Alessandro Nesta versus Lionel Messi

Salah satu tantangan terberatnya datang di musim 2011-12, ketika Milan bermain melawan Barcelona pada empat kesempatan terpisah. Kedua belah pihak ditempatkan di grup Liga Champions yang sama, dengan Barcelona finis teratas dan Milan yang kedua. Kemudian, setelah keduanya berhasil masuk ke babak 16 besar, Barcelona menang. Menyusul hasil imbang 0-0 di San Siro dengan kemenangan 3-1 di Camp Nou di leg kedua. Namun pertemuan pertama mereka di musim 2011-12 menampilkan momen yang menunjukkan mengapa Nesta akan dikenang sebagai pemain hebat sepanjang masa.

Laga dilakukan di Spanyol. Dengan Barcelona menjadi tuan rumah di pertandingan grup pertama mereka. Pada saat itu, Lionel Messi sedang dalam puncaknya. Dia mencetak 73 gol di semua kompetisi di musim 2011-12. Dan dia pikir dia bisa mengalahkan Nesta, yang berusia 35 tahun, dengan kecepatannya.

Tapi Nesta melumat Messi. Menutup celah dan kemudian mengatur waktu tekelnya dengan sempurna untuk menyangkal tembakan bintang Barcelona ke gawang. Messi bereaksi dengan membanting kedua tangan di rumput. Jarang melihatnya marah, tetapi itu adalah hasil dari penjagaan terus menerus oleh Nesta.

Nesta tidak bisa menahan Messi selamanya. Penyerang Argentina itu mencetak gol di pertemuan penyisihan grup kedua antara kedua tim, dan mengikutinya dengan dua gol dalam kemenangan 3-1 di perempat final. Tetapi penampilannya pada 13 September 2011, akan hidup lama di memori Messi.