Idola Penggemar: Guti si Raja Assist Tak Terduga Madrid

La Liga – Idola penggemar, karena satu dan lain alasan, akan selalu memiliki tempat khusus di hati para penggemar sepak bola. Begitu juga dengan ikon , Guti Hernandez. Guti si raja assist dari Madrid, seorang gelandang dengan kemampuan ‘mata batin’ luar biasa. Pemain asal Spanyol itu menghabiskan sebagian besar karirnya di Los Blancos, tepatnya 15 tahun di tim utama. Namun, baik klub maupun internasionalnya sepertinya agak diabaikan, karena terlalu banyak nama bintang yang mengelilinginya di tim.

Di Madrid, Guti harus bersaing untuk menjadi pusat perhatian dengan orang-orang seperti Zinedine Zidane, David Beckham hingga Luis Figo. Di tim nasional Spanyol, ia hanya kebagian 13 laga untuk La Roja. Dengan pemain-pemain seperti Xavi, Andres Iniesta hingga Xabi Alonso yang merajai lapangan saat itu. Tetapi coba tanyakan kepada penggemar Madrid, mereka pasti memiliki cerita luar biasa tentang manajer UD Almeria tersebut.

Guti si Raja Assist dari Madrid

Coba bayangkan seorang Mesut Ozil dalam keahliannya bermain. Seperti itulah yang dilakukan Guti. Pemain dengan gaya elegan yang membuat seni bermain sepak bola terlihat sangat mudah. Keterampilan kunci yang dimiliki Guti adalah umpan-umpan cepat yang tidak bisa dilihat siapa pun, ‘assist yang tidak terduga’.

Guti tumbuh di akademi muda klub, tiba pada tahun 1986 sebagai anak berusia 10 tahun yang berbakat. Ia pun terus tampil dan membuat 542 penampilan untuk Los Blancos selama 15 musim, mencetak 77 gol dalam prosesnya.

Anda mungkin pernah melihat dua ‘assist yang tidak terduga’ dari sang pemain. Saat Guti menentang hukum logika dengan bagian belakang tumitnya. Keberanian yang dibutuhkan untuk membuat sebagian besar pemain kelas dunia terlihat kecil.

Salah satunya adalah saat Madrid bermain tandang di Riazor, menghadapi Deportivo La Coruna pada Januari 2010. Madrid memimpin 1-0, saat Kaka mengirimkan bola kepada Guti di pinggir kotak penalti. Berhadapan satu-satu dengan kiper Deportivo, mengambil sedikit sentuhan dengan kaki kirinya dan melakukan ancang-ancang untuk menembak.

Kiper terlihat salah gerak. Tetapi Guti, yang mengejutkan semua orang, dengan gemilang mengirimkan bola ke belakang dengan tumit belakang untuk diberikan kepada Karim Benzema. Striker Prancis itu kemudian melakukan finishing sederhana. Sebuah proses yang bisa saja ia selesaikan sendiri, namun ia lebih memilih sebuah resiko yang mengejutkan semua orang.