Isu Gaji Pemain Liga 1 Indonesia yang Ditunggak

Liga Indonesia – Pandemi virus Corona membuat semua kegiatan olahraga dihentikan. Termasuk juga di Indonesia. Pandemi tersebut menyebabkan liga utama di Indonesia, Liga 1 Indonesia, juga mengalami penundaan. Akibat liga yang tak bisa berjalan normal, isu gaji pemain Liga 1 Indonesia pun mengemuka. Dengan tidak adanya pertandingan yang berjalan, tentu saja pendapatan klub untuk membyar para pemain juga mengalami hambatan.

Seperti yang kita ketahui, kompetisi Liga 1 Indonesia dimulai pada tanggal 29 Februari 2020 yang lalu. Baru dua pekan berjalan, kompetisi tertinggi di Indonesia ini kemudian ditangguhkan akibat virus Corona. Tidak hanya Liga 1, kompetisi kasta kedua, Liga 2 juga dihentikan. Kompetisi ini harus diistirahatkan untuk setidaknya selama dua minggu, hingga akhir bulan Maret.

Namun jika setelah dua pekan kondisinya masih belum kondusif, kemungkinan kompetisi juga tidak akan dilanjutkan hingga suasana membaik. Batas waktu yang ditentukan tidak akan menjamin liga akan berjalan setelah akhir Maret. Semua masih akan dilihat hingga kondisi memang benar-benar kondusif.

Hingga saat ini, kasus virus Corona di Indonesia terus mengalami penanjakan. 514 kasus telah ditemukan, dengan 48 kasus kematian hingga saat ini. Dan jika pandemi ini tetap berkembang pesat, kemungkinan kompetisi tersebut akan dihentikan. Semua demi keselamatan dan kesehatan para pemain, pelatih, staf, hingga penggemar, serta semua pihak yang terkait.

Ditunda, Gaji Pemain Liga 1 Masih Tanda Tanya

Dan dengan ditundanya Liga 1, ini mengikuti kompetisi yang ada di Eropa. Liga Premier, Serie A, Ligue 1, hingga Bundesliga juga mengalami penangguhan. Bahkan, Euro 2020 dan Copa America juga dalam penundaan. Para penggemar juga kemungkinan tidak akan mendapat hiburan sepakbola dalam waktu dekat ini.

Tak hanya para penggemar, para pemain Liga 1 dan Liga 2 juga sepertinya tidak bisa berharap banyak dari pemasukan mereka. Dengan situasi yang sulit seperti saat ini, klub juga akan sulit untuk menggaji para pemain, pelatih maupun staf. Bisa jadi klub dan para pemain akan melakukan negosiasi mengenai ini. Namun perlu diingat juga, gaji adalah hak dari para pemain yang harus dibayarkan.

Tanpa laga yang dipertandingkan, pemasukkan dari klub juga pasti akan mengalami gangguan. Terutama dari penjualan tiket dan hak siar. Tambahan lagi untuk sponsor yang menopang klub. Brand yang ada di kostum maupun di sekitar lapangan juga tidak lagi mendapat sorotan. Imbasnya? Bisa saja pihak sponsor akan menarik dana mereka. Dan untuk klub dengan sumber dana yang terbatas, ini akan menjadi hal yang berat. Dan mungkin saja pembayaran setengah gaji bisa menjadi solusi dari klub, jika pemain bisa menerima hal tersebut.

Isu gaji ini tentu saja bisa menjadi ramai diperbincangkan. Bahkan, masalah tunggakan gaji sudah muncul di Liga 2, tepat saat kasus virus Corona menggema. sebagai lembaga tertinggi sepakbola di Indonesia, serta PT Liga Indonesia Baru harus bisa menengahi hal ini. Sesuatu yang tentu saja akan menjadi ujian agar kompetisi sepakbola di Indonesia bisa lebih besar, seperti liga top Asia maupun Eropa.