Jadon Sancho Dicadangkan, Berita Baik untuk United?

Bundesliga – Jadon Sancho tampil dalam tiga pertandingan langsung untuk Borussia Dortmund. Tetapi pemain berusia 20 tahun itu bangkit dari bangku cadangan, yang memicu kekhawatiran bahwa ia tidak dalam kondisi terbaik. Mengenai Sancho dicadangkan, adakah hubungannya dengan kepindahannya untuk Manchester United?

Ternyata Sancho baru pulih dari cedera betis. Dan pemain muda itu melonggarkan kembali untuk masuk ke posisi tim utama. Tiga pertandingan terakhir oleh Dortmund melihat pemain sayap itu bermain sebagai pemain pengganti. Termasuk kekalahan timnya di tangan Bayern Munich. Tetapi menurut bos klub Lucien Favre, tidak ada yang perlu dikhawatirkan.

“Jadon kurang pelatihan. Dia tiba di sana perlahan. Dia berlatih dengan baik dan perlahan tapi pasti kembali ke level lamanya. Dia sampai di sana, saya tidak melihat masalah,” kata Favre menurut Metro.

Favre menjelaskan bahwa sejak bintang Dortmund itu berhadapan dengan cedera, ia mencatat waktu latihan yang tidak mencukupi. Yang seharusnya menjelaskan tidak adanya agresivitas yang ditampilkan sebelum musim Bundesliga dihentikan pada bulan Maret.

Masih Belum Fit, Sancho Dicadangkan

Kampanye sejauh ini melihat angka yang mengesankan untuk Sancho di lapangan. Dalam semua penampilannya di Jerman, pemain sayap itu mencetak 14 gol dan menarik perhatian klub-klub elit di Eropa. Spekulasi marak pemain internasional Inggris akan memilih untuk pergi musim depan dan dia bisa bergabung dengan United.

Setan Merah diyakini sebagai pelopor dari pihak Inggris mengejar tanda tangan pemain muda itu. Dengan Chelsea juga dalam pertarungan teratas. Namun, Sancho telah diperingatkan untuk tidak melakukan lompatan kembali ke Inggris terlalu cepat. Karena kepindahan tersebut dapat merusak karirnya. Bintang yang sedang naik daun harus berhati-hati dan mempelajari pelajaran transfer Luka Jovic dari Jerman ke Real Madrid, menurut mantan gelandang BVB, Steffen Freund.

Yahoo Sports melaporkan, Freund menceritakan kesalahan perhitungan yang dilakukan oleh Jovic yang berusia 22 tahun. Striker itu menjadi barang panas musim lalu bersama Eintracht Frankfurt, salah satu tim top di Bundesliga, saat ia membobol gawang 17 kali. Tawaran menggoda datang dan Jovic pun mengambil kesempatan. Namun, mantra di Madrid terbukti tidak mengesankan. Karena pemain Serbia itu hanya mencetak dua gol di musim ini. Sekarang ada pembicaraan bahwa ia akan segera pindah.

Freund mengatakan Jovic akhirnya gagal karena dia bergerak terlalu cepat. Dalam kasus Sancho, penampilannya di masa lalu menunjukkan dia memang siap untuk liga yang lebih besar. Tetapi untuk meminimalkan kesalahan, pemain sayap harus mengambil waktu.

“Akan bagus baginya untuk bermain untuk Borussia Dortmund sekarang dan tahun depan. Sehingga dia akan memiliki lebih banyak waktu pertandingan,” kata pelatih asal Jerman itu.