Juergen Klopp Pesimis Liverpool Raih 87 Poin di Liga Inggris Musim Ini

Jurnal Sepakbola – Saking kecewanya dengan penjadwalan Liga Inggris yang tidak manusiawi, kecewa dengan jumlah pemain Liverpool yang cedera, manajer Juergen Klopp mengaku pesimistis The Reds bisa tembus 100 poin di papan klasemen. Bahkan 87 poin saja mungkin sulit.

Secara umum mantan manajer Borussia Dortmund itu sedang tidak peduli dengan usaha untuk mempertahankan gelar juara Liga Inggris karena ia sedang dipusingkan dengan krisis cedera 10 pemain Liverpool.

Saat ini The Reds tertinggal dua poin dari Leicester City pada klasemen sementara Premier league dan akan berjumpa tim asuhan Brendan Rodgers itu pada hari Senin (23/11). Tiga hari kemudian, Kamis (26/11), The Reds bakal menjamu Atalanta dalam lanjutan Grup D Liga Champions, dan melawan Brighton pada hari Sabtu (28/11).

Sialnya dengan jadwal yang padat, Liverpool harus kehilangan begitu banyak pemain akibat cedera sehingga prioritas Juergen Klopp saat ini bukanlah mempertahankan gelar juara. Seperti diketahui Joe Gomez baru saja melakoni operasi lutut dan Mohamed Salah sakit, sementara kapten Jordan Henderson mengalami masalah pada bagian paha usai membela Inggris lawan Belgia. Lalu ada Virgil van Dijk, Trent Alexander-Arnold, Fabinho dan Thiago Alcantara yang seluruhnya akan absen pada laga kontra The Foxes.

Berita Bola Terbaru:

Advertisement

“Saya bukan penggemar jeda internasional. Bagi kami ini bukan jeda (kompetisi) yang menguntungkan. Kami kehilangan banyak pemain,” kata Klopp pada Jamie Redknapp dalam sebuah wawancara bersama Daily Mail. “Maaf harus berkata demikian tapi saya tidak peduli dengan gelar juara untuk saat ini, Jamie. Sepertinya tidak akan ada tim yang bakal meraih 100 poin.”

“Untuk musim ini? [Dengan durasi kompetisi] empat pekan lebih pendek? Dengan jumlah laga yang sama? Saya rasa raihan 100 poin itu mustahil untuk diraih. Bahkan 87 poin pun terkesan sulit dicapai.”

Disinggung soal cedera anak-anak asuhnya, Jurgen Klopp dengan tegas menginginkan adanya perubahan kebijakan pergantian pemain menjadi lima setiap laga. “Musim ini berjalan tidak normal. Musim ini lebih pendek empat pekan tapi dengan jumlah laga yang sama. Ini [harusnya diperlakukan secara khusus karena ] waktu yang khusus, bukan hanya untuk sepak bola saja tapi dunia secara keseluruhan,” tambahnya.

“Dunia telah berubah tapi ada dua hal yang tetap sama, yaitu jadwal bertanding Liga Inggris dan sistem pergantian tiga pemain. Ini bukan soal saya atau Liverpool. Ini soal kemaslahatan para pemain. Masalahnya jika Anda bertanya kepada pemain, mereka akan menjawab ‘Saya baik-baik saja’ sebab para pemain selalu ingin bermain. Selalu, sampai akhirnya mereka cedera.”

Liga Inggris