La Liga dan RFEF Setujui Protokol Pelatihan Kembali

La Liga – Menurut laporan media lokal, La Liga dan RFEF telah menguraikan suatu proposisi yang mencakup pengujian para pemain, serta perkembangan dari pelatihan individu. Yang kemudian akan dikembangkan menjadi sesi pelatihan dengan seluruh regu.

Federasi Sepakbola Spanyol atau RFEF dan La Liga telah menyetujui protokol pelatihan kembali untuk pemain profesional di negara itu setelah pandemi virus Corona. Dewan Olahraga Nasional Spanyol atau CSD, telah mengumumkan tentang hal ini pada hari Senin. La Liga, sebagai kompetisi teratas Spanyol, telah ditangguhkan sejak 12 Maret karena wabah COVID-19. Virus global tersebut sejauh ini telah menewaskan lebih dari 20.800 orang di Spanyol. Jumlah kematian tertinggi ketiga di dunia setelah Amerika Serikat dan Italia.

“Keputusan ini tetap dikendalikan oleh evolusi pandemi COVID-19 dan oleh keputusan yang diambil oleh Kementerian Kesehatan,” kata CSD dalam sebuah pernyataan. “Klub La Liga akan berlatih lagi ketika kondisi kesehatan memungkinkan. Dan dengan mengikuti protokol kesehatan yang ketat,” tambahnya.

La Liga dan RFEF Belum Tentukan Tanggal Pasti Pelatihan

La Liga telah menguraikan suatu hal yang mencakup tentang pengujian para pemain dalam tes kesehatan. Ini juga termasuk perkembangan dari pelatihan individu menjadi sesi dengan seluruh regu. Ketua Liga Javier Tebas pekan lalu mengatakan permainan bisa dimulai kembali awal bulan depan. Meskipun perpanjangan dua minggu dari penguncian nasional hingga 9 Mei yang diumumkan pada hari Sabtu, tampaknya telah mengacaukan rencana-rencana itu.

Sebelumnya ada pertemuan akhir pekan antara La Liga, RFEF dan CSD, yang dilaporkan memakan waktu lebih dari delapan jam. Ketiganya memutuskan bahwa pendapatan hak siar televisi dari sepak bola akan digunakan untuk menyelamatkan olahraga lainnya.

“Presiden La Liga dan federasi telah berkomitmen untuk menciptakan dana darurat 10 juta euro (10,86 juta dolar AS) untuk membantu olahraga yang rentan. Dan telah mengundang entitas lain seperti serikat pemain untuk ambil bagian.” Kata pernyataan CSD itu.

Kasus positif di Spanyol telah mencapai 200 ribu orang lebih hingga saat ini. Mereka juga menjadi negara terbesar kedua yang mengalami kasus tertinggi setelah Amerika Serikat.