Liga Belarusia, Satu-satunya Liga Eropa yang Masih Berjalan

Dunia – Belarusia adalah satu-satunya negara di Eropa yang masih bermain sepak bola di tengah pandemi virus Corona. Tetapi, semakin banyak penggemar yang memboikot pertandingan Liga Belarusia tersebut. Kebanyakan cemas akan terserang penyakit itu.

Di kota barat Grodno, FC Neman Grodno bermain imbang dengan FC Belshina Bobruisk pada hari Jumat di depan tribun yang hampir kosong. Hanya 253 orang yang hadir, dibandingkan tahun lalu ketika permainan Neman menarik sekitar 1.500 orang. Liga telah membuktikan hasil imbang yang tidak mungkin bagi para penggemar di luar negeri yang haus pertandingan di negara mereka sendiri. Sejauh ini, Presiden Alexander Lukashenko, telah menolak memberlakukan tindakan lockdown yang ketat.

“Tentu saja, itu adalah masalah utama, karena sepakbola adalah untuk penonton.” kata pelatih Belshina, Eduard Gradoboyev, ketika ditanya tentang kurangnya penggemar. “Dan ketika Anda datang ke stadion yang benar-benar setengah kosong, terutama yang bagus seperti di sini di Grodno, itu agak tidak nyaman.”

Bahkan penggemar Neman Grodno sendiri mendesak orang untuk menjauh. “Mari kita tetap di rumah, mengurangi risiko yang terkait dengan penyebaran virus Corona. Melindungi diri kita sendiri dan orang-orang yang kita cintai.”

Catat Sejumlah Kecil Virus Corona, Liga Belarusia Tetap Berjalan

Federasi sepakbola Belarusia pada awalnya menjelaskan keputusannya untuk melanjutkan, karena hanya sejumlah kecil kasus virus Corona telah tercatat di negara Eropa Timur. Tetapi baru-baru ini mereka menolak berkomentar. Angka terbaru menunjukkan Belarusia memiliki 2.578 kasus, dengan 26 kasus kematian. Klub mengatakan mereka harus mematuhi keputusan federasi.

“Federasi memutuskan untuk bermain. Jadi kami bermain,” kata pelatih Neman, Igor Kovalevich. Ia juga menambahkan jika klub mengambil langkah-langkah keamanan yang tepat seperti menggunakan hand sanitizer. Dan memastikan bahwa para penggemar tidak duduk berdekatan satu sama lain.

Lukashenko, yang telah memerintah negara itu dengan tangan besi sejak 1994, telah menyebut kekhawatiran tentang virus Corona sebagai ‘psikosis’. Ia justru mengajak masyarakatnya minum vodka dan pergi ke sauna untuk memerangi penyakit. Ia juga mengatakan jika dirinya lebih khawatir tentang ekonomi.