Liverpool Harus Putar Otak, Kaptennya Ingin Bertahan Hingga Tujuh Tahun Lagi

Jurnal Bola – Liverpool tampaknya harus putar otak karena kaptennya yang sudah memasuki usia kepala tiga, Jordan Henderson, mengaku ingin bertahan enam hingga tujuh tahun lagi di Anfield.

Henderson menegaskan, secara fisik dia ‘merasa masih berusia 25 tahun’. Ia pun mengaku yakin, masih bisa tunjukkan performa puncaknya selama ‘enam hingga tujuh tahun lagi’.

Saat ini, Henderson juga akan segera menandai satu dekade karirnya bersama The Reds. Ia datang ke Anfield dari Sunderland pada tahun 2011, saat masih berusia 20 tahun.

Selama itu, Henderson telah menjadi pemain penting bagi The Reds di dalam maupun luar lapangan. Ia kemudian mengambil alih ban kapten dari Steven Gerrard pada tahun 2015, lalu mengangkat trofi juara Liga Premier dan European Cup.

Berita Bola Terbaru:

Advertisement

Sayangnya, ia masih punya cacat. Dan, salah satu kekhawatiran utama Henderson adalah kebugarannya, di mana ia baru saja pulih dari cedera paha setelah absen selama dua bulan akibat masalah lutut yang berbeda.

Namun, jelang laga Timnas Inggris di UEFA Nations League melawan Belgia, Minggu (11/10) malam WIB, Henderson membantah bahwa ia akan segera gantung sepatu dari tim nasional demi lanjutkan karir sepak bolanya.

“Saya baru 30 tahun, dan secara fisik saya masih merasa berusia 25 tahun, saya merasa sebaik yang pernah saya rasakan,” ujar Henderson, seperti dilansir .

“Saya berada di titik yang bagus dalam karir saya, dalam hal pengalaman, bahkan secara fisik tak ada pernyataan mengenai hal seperti itu saat ini. Saya ingin mencoba dan bermain selama mungkin, saya masih menyukai permainan ini, saya juga masih ingin bermain untuk Inggris dan Liverpool selama mungkin,” tambahnya.

“Saya selalu jalani hidup saya dengan cara yang benar, saya berusaha lakukan segalanya dengan benar, termasuk dalam hal makan, tidur dan jalani kehidupan saya dengan cara terbaik. So, dalam enam atau tujuh tahun mendatang saya bahkan berharap masih bisa tampil di level kompetisi sepak bola tertinggi,” ungkap Henderson.

Tentunya, tekad itu akan jadi tantangan besar bagi Henderson untuk tetap bisa tampilkan performa teratasnya, sampai dia sudah berusia 36 atau 37 tahun nanti. Namun, sejauh ini, Henderson memiliki panutan yang ideal bersamanya di Liverpool, James Milner.

Meskipun Milner sudah pensiun dari tugasnya di Timnas Inggris sejak tahun 2016 – atau  satu tahun setelah gabung The Reds dari Manchester City dengan status bebas transfer, tak diragukan lagi ia terus meningkatkan kemampuannya untuk bermain secara reguler di level klub, dengan waktu rehat pada September, Oktober, November dan Maret.

Milner yang juga wakil kapten Liverpool itu, berusia sama dengan Henderson saat ia putuskan untuk pensiun dari The Three Lions. Namun, gelandang muda itu tak yakin apakah dia perlu mundur dari kancah internasional.

Henderson mengaku, dia sedikit ‘tak beruntung’ karena alami pada bulan Juli, tapi merasa ‘sangat sehat’ usai pulih. “Saat ini saya merasa sangat sehat secara fisik, saya juga merasa berada di titik yang baik dalam karir sepak bola saya, terutama terkait keseimbangan pengalaman dalam 10 tahun terakhir ini. Tapi, saya juga merasa sangat kuat,” ungkap Henderson.

“Saya sedikit tidak beruntung karena saya alami masalah cedera di akhir musim lalu, akibat tantangan kecil yang saya alami, hingga akhirnya saya cedera lutut. Tapi, sekarang, saya sudah benar-benar pulih dan merasa sangat sehat sekarang,” tambahnya.

Liga Inggris