Liverpool Punya Pengganti Coutinho, Tapi Bukan Lagi Sadio Mane

Jurnal Bola – Liverpool akhirnya temukan kreator baru di lini depan mereka yang disebut-sebut layak gantikan Philippe Coutinho, tapi bukan lagi Sadio Mane.

Namun the Reds harus bisa kurangi ketergantungan mereka pada Sadio Mane, jika ingin melihat pemain itu benar-benar menjelma menjadi Coutinho. Pasalnya, pemain internasional Senegal itu sudah hampir berubah menjadi bintang asal Brasil yang kini bermain untuk Barcelona itu. Mane bahkan terus menjaga atribut terbaiknya, seperti terus-menerus mencetak gol untuk skuad Jurgen Klopp.

Pada musim ini pula, Sadio Mane menjadi pemain sepak bola yang paling sering munculkan tekanan dari depan, di mana ia sukses mengambil alih aksi itu dari .

Sementara terus menjaga permainan terbaiknya, Mane kini terus-menerus menjadi seperti Coutinho, di mana ia mengambil alih peran sebagai pemain andalan Liverpool di lini depan terutama dalam hal kreativitas, dan telah bergeser di sebelah kiri sejak Mohamed Salah, di mana area inilah yang menjadi favorit Coutinho di lapangan.

Berita Bola Terbaru:

Advertisement

Memotong di dalam sayap kiri, penyerang 28 tahun itu bisa berkreasi dari ketiadaan, tapi Mane berhasil mendongkrak kemampuan dirinya ke level seperti sekarang ini di mana saat dia absen, ada keniscayaan di sekitar Liverpool yang harus berlaga tanpa Mane.

“Ketika Anda bicara soal pemain terpenting di skuad Anfield, sering orang mengatakan pemain itu adalah Alisson, (Virgil) Van Dijk, Salah, (Jordan) Henderson, tapi bersama Mane, tim berhasil menentukan ritme permainan mereka,” ujar Mark Wakefield dalam podcast Liverpool.com, seperti dilansir .

“Melawan Arsenal, dia memimpin tekanan yang dilakukan tim dari lini depan, mendominasi jalannya pertandingan itu dan dia punya aura yang bisa menular ke seluruh tim,” tambahnya.

“Saat dia tak ada di tim itu, para pemain merasa kehilangan – sama seperti saat Barcelona harus bermain tanpa Lionel Messi atau saat Manchester City merumput tanpa Kevin de Bruyne,” ujar Wakefield.

“Dia pemain yang sangat penting dalam hal hasrat menyerang – juga dalam pekerjaan bertahan yang tak terlihat – dan jika hal itu sering dia lakukan, itu akan menjadi sihir yang memacu tim,” tandasnya.

Selain itu, Mane juga dinilai lebih komplet dibandingkan Coutinho, dan lebih aktif terlibat di semua bagian pertandingan. Namun, ada pemain yang tunjukkan bakat sama dengan Mane di Liverpool sejauh musim ini, yang juga pernah ditunjukkan Coutinho tiga tahun lalu.

Absennya Mane tak bisa benar-benar menjelaskan penyebab , tapi tim-tim lawan pasti sangat terpacu dengan tak tampilnya Mane, mengingat kehancuran yang ditimbulkan Mane di laga melawan Arsenal.

Mane memang layak disebut Coutinho barunya The Reds. Tapi, absennya bintang bernomor punggung 10 itu hampir selalu menyebabkan masalah bagi The Reds.

Kehadiran Diogo Jota pun dinilai banyak membantu terkait hal itu, begitu juga dengan kedatangan Thiago Alcantara yang dianggap bisa mengembangkan permainan Liverpool ke level baru, sekali lagi.

Liga Inggris