Manchester City vs Real Madrid: Hadapi Lebih dari Sebuah Tim

Jurnal Bola – Manchester City akan berhadapan dengan ‘raja’ Eropa, Sabtu (8/8) dinihari nanti. Skuad Pep Guardiola bahkan harus ladeni lebih dari sebuah tim bentukan Zinedine Zidane di kandang sendiri.

Ada aura yang mengikuti Madrid, dan beratnya nilai sejarah di leg kedua babak 16 besar melawan City nanti. Karena itu, kemenangan akan jauh lebih simbolis dari pada sekedar hasil dari sebuah pertandingan sepak bola.

Ini barangkali akan menjadi batas terakhir dalam misi Guardiola untuk meyakinkan The Citizens bahwa mereka termasuk di antara klub-klub elit Eropa. Rodri pun telah menyimpulkannya dengan sempurna.

Dalam benaknya, bahkan tim Galacticos-nya El Real tak bisa dibandingkan dengan kualitas yang dimiliki Pep Guardiola. Tapi, legenda jawara Spanyol maupun tim ber-jersey putih itu akan membuat laga dinihari nanti lebih dari sekedar pertarungan antara 22 pemain.

Berita Bola Terbaru:

Advertisement

“Mereka lebih dari sekedar tim. Mereka punya permainan di mana Anda tak akan pernah bisa santai saat menghadapi mereka, walaupun anda sudah menang 3 atau 4-0. Mereka selalu bisa come back dan punya kepribadian hebat untuk jadi juara, seperti yang sering  mereka lakukan sebelumnya,” ujar Rodri yang baru gabung Manchester City tahun lalu.

“Itu tim terbesar dalam kompetisi ini, dan mereka tunjukkan itu pada dunia. Tapi, sekarang sepak bola sudah sedikit berubah – sangat kompetitif, jarak antara tim-tim juga sangat dekat. Saya tahu, kami punya tim yang lebih baik, tapi kami harus tunjukkan hal itu di atas lapangan,” tandas gelandang bertahan berusia 24 tahun itu, seperti dilansir .

“Saya pikir kami punya tim yang lebih baik, tapi bicara saja tidak ada artinya kalau Anda tak bisa membuktikannya di lapangan. Kami harus samai Real Madrid terkait apa yang membuat mereka lebih baik dibandingkan kami, dan itu pengalaman berharga bagi kami,” tambah Rodri yang mantan pemain Atletico itu.

Guardiola sudah lama meyakini, kurangnya pengalaman yang didapat Manchester City telah membuat mereka kalah di kompetisi sepak bola Eropa.

Terlalu sering mereka terjebak pada saat-saat kritis, dan membiarkan diri mereka disingkirkan Monaco, Liverpool dan Tottenham dalam tiga edisi Liga Champions sebelumnya.

Kemenangan di Madrid pada Februari 2020 – setelah mereka tertinggal satu gol, terasa seperti momen penting bagi Manchester City yang kerap diterpa rasa rendah diri pada kesempatan seperti itu.

Sekarang ini, Manchester City tinggal menuntaskan pekerjaan mereka – setelah menang 2-1 di leg pertama, dan menghindari kehancuran yang pernah merugikan mereka di masa lalu.

“Lebih dari kebobolan gol, itulah cara kami kebobolan. Saat mereka tampil brilian, dan lawan lakukan permainan yang bagus, kami menerimanya. Tapi, sebagian besar gol bisa kami hindari, kami harus hindari. Lakukan kesalahan seperti itu dalam kompetisi seperti ini, tentunya akan sangat menghukum Anda. Kami tahu betul itu,” ujarnya.

Sementara itu, Zinedine Zidane diketahui tak memenangkan Liga Champions dalam karirnya sebagai pelatih dalam waktu singkat. Bersama pelatih asal Prancis itu, Los Blancos telah menjadi juara di kompetisi bergengsi Eropa itu tiga kali berturut-turut, dari tahun 2016 hingga 2018.

Namun, rekor sempurna El Real itu akan dipertaruhkan di kandang Manchester City. Untuk bisa melaju ke fase terakhir kompetisi ini di Lisbon, skuad Zidane tentunya harus bisa menciptakan satu malam yang tak akan mereka lupakan.

Dalam beberapa musim terakhir, Madrid banyak kantongi kemenangan saat mereka berlaga jauh dari rumah sendiri. Yakni lewat kemenangan di Bayern Munchen, Juventus, PSG, Liverpool, Borussia Dortmund dan Ajax.

Namun, dalam laga dinihari nanti, sang kapten tak akan bermain setelah ia diganjar kartu merah di leg pertama. Sementara Gareth Bale yang pernah pencetak tiga gol di final Liga Champions, tak masuk dalam skuad Los Blancos kali ini. Guardiola pastinya akan berusaha sebaik mungkin memanfaatkan situasi ini.

Liga Champions