Osimhen Sebut Kimpembe Pemain Terberat PSG yang Dihadapi

Ligue 1 – Pemain depan Lille LOSC, Victor Osimhen telah memilih bek Paris Saint-Germain, Presnel Kimpembe sebagai pemain terberat yang pernah ia lawan. Osimhen sebut Kimpembe menjadi pemain yang paling sulit dilewati jika dirinya menghadapi Les Parisiens sejauh ini. Seperti yang dikatakan dalam wawancara bersama dengan Football Frenzy di Nigerian Info.

Kimpembe memiliki ayah Republik Demokratik Kongo dan seorang ibu dari Haiti. Ia juga menjadi anggota tim nasional Prancis yang memenangkan Piala Dunia FIFA 2018 di Rusia. Pemain 24 tahun itu melakukan debut profesionalnya untuk PSG pada 17 Oktober 2014. Hingga saat ini, Kimpembe telah memenangkan Ligue 1, Piala Prancis dan Piala Liga.

Osimhen Sebut Kimpembe Pemain yang Cerdik

Dan ketika ditanyai tentang lawan terberatnya, Osimhen memilih pemain PSG itu karena cara cerdiknya mendapatkan bola dari penyerang.

“Pemain terberat yang saya hadapi adalah Kimpembe dari Paris Saint-Germain,” kata pemain asal Nigeria tersebut itu. “Saya tahu saya bisa menggiring bola melewatinya dan memiliki kekuatan lebih dari dia. Tetapi teknik yang ia gunakan untuk merebut bola sangat cerdas.” Lanjut pemain berusia 21 tahun tersebut.

Ditanya seperti apa rasanya bermain untuk Lille setelah bermain di Wolfsburg dan Sporting Charleroi, dia berkata: “Bermain untuk Lille adalah mimpi yang menjadi kenyataan. Belum pernah membandingkan kehidupan yang sama di Wolfsburg dan Charleroi.”

“Terima kasih kepada Lille karena telah membantu saya menunjukkan bakat saya ke seluruh dunia. Dan saya berterima kasih kepada Tuhan atas kesempatan ini.”

Penundaan laga sepak bola di Prancis baru-baru ini karena wabah virus Corona, membuatnya kecewa. Namun, ia juga harus tetap mendengarkan apa kata tim kesehatan untuk tetap di rumah. Ia juga mengungkapkan tentang saat-saat terbaiknya di sepak bola.

“Tidak sama. Sepak bola adalah hidup, itu tugas saya. Dan ketika Anda berhenti melakukan pekerjaan Anda, Anda menjadi sangat kecewa. Tetapi kita harus memperhatikan instruksi dokter untuk tinggal di rumah, sementara mereka mengerjakan virus ini untuk mendapatkan kesembuhan. Bagi saya, saya sudah berlatih di rumah dan merasa baik-baik saja.”

“Pertama, mendengarkan lagu Liga Champions, itu adalah mimpi yang menjadi kenyataan bagi saya dan kedua, mencetak gol melawan Chelsea. Pertunjukan yang saya lakukan benar-benar salah satu yang terbesar.”