Otoritas Liga Spanyol Akui Lionel Messi Mesin Uang

Berita Bola – Pantas saja pihak otoritas Liga Spanyol turut ikut campur untuk mencegah Lionel Messi pergi meninggalkan Barcelona musim panas ini, ternyata Javier Tebas mengakui bahwa sang superstar Argentina adalah mesin penghasil uang mereka.

Pemenang 6 Ballon d’Or itu sempat berseteru dengan pihak klub agar diizinkan pergi dari Camp Nou, tapi pihak manajemen dan otoritas LaLiga kompak menyatakan bahwa klausul rilisnya senilai 12 Trilyun rupiah masih berlaku.

Lionel Messi akhirnya memutuskan bertahan setidaknya semusim lagi di Catalan, dan kini Presiden LaLiga Javier Tebas mengungkapkan bahwa itu merupakan kabar bagus bagi liga karena sang superstar Argentina adalah mesin penghasil uang mereka.

“Saya suka menonton Lionel Messi bermain di Spanyol,” kata Javier Tebas pada acara gala dinner yang diselenggarakan oleh publikasi Italia La Gazzetta dello Sport. “Dia merupakan mesin penghasil uang.”

“Kami telah mempersiapkan kepergian Lionel Messi dan Cristiano Ronaldo selama bertahun-tahun sehingga tidak membawa dampak finansial. Neymar pergi ke Paris Saint-Germain dan Liga Perancis belum berkembang di level internasional. Cristiano Ronaldo pergi ke Turin untuk bergabung dengan Juventus dan Serie A juga tidak berkembang.”

Meski kepergian penyerang berjuluk La Pulga itu tidak diragukan lagi akan merugikan daya tarik global LaLiga, Javier Tebas membantah bahwa itu akan menjadi bencana bagi kompetisi Liga Spanyol.

“Jika Lionel Messi pergi, kami masih bisa menjual haknya untuk empat musim berikutnya di seluruh dunia,” jelasnya. “Tidak ada yang menelepon kami untuk mengatakan bahwa mereka akan mengakhiri kontrak dengan kami jika Lionel Messi pergi.”

“Para pemain penting bisa pergi, tetapi segalanya harus terus berlanjut. Cristiano Ronaldo dan Neymar pergi dan kami terus berkembang. Ini karena pekerjaan yang telah kami lakukan untuk mengembangkan merek LaLiga. Tidak ada satu pemain pun yang mengubah seluruh liga. Saya berpikir bahwa LaLiga memiliki merek yang tidak dapat dikompromikan.”