Pandemi Apa? Chelsea Paling Boros Dari Semua Belanja Tim Liga Inggris

Jurnal Bola – Krisis keuangan akibat pandemi tidak terlihat dengan angka belanja tim-tim Liga Inggris musim 2020/2021 ini lebih besar daripada belanja musim panas 2016. Chelsea paling boros, tapi ada satu tim Premier League yang kasihan sekali tidak belanja sama sekali.

Chelsea belanja paling banyak musim ini, diikuti oleh Manchester City dan kemudian pada urutan ketiga – jangan kaget – Aston Villa. Liverpool hanya menduduki urutan keenam dan Arsenal pada posisi ketujuh (sudah termasuk pembelian Thomas Partey), dengan Everton dan Tottenham Hotspur berada pada ranking 8 dan 9 tim paling boros pada musim baru ini. Manchester United menduduki posisi 10 tim paling banyak mengeluarkan dana untuk pembelian pemain baru.

Angka total belanja musim ini memang lebih rendah daripada musim panas 2019 tapi tetap saja lebih tinggi daripada 2016 sehingga menimbulkan pertanyaan soal apakah benar pandemi saat ini berdampak pada keuangan klub-klub Premier League. Namun tetap saja ada satu tim yang tidak belanja sama sekali, Burnley.

Chelsea menjadi tim paling boros dalam belanja pemain musim panas ini, sudah menghabiskan 226,1 juta pound untuk mendatangkan pemain baru, termasuk Timo Werner (860 Milyar rupiah), Hakim Ziyech (707 M), Edouard Mendy (420 M) and Ben Chilwell (956 M). Dan yang terbesar dari semua adalah perekrutan Kai Havertz dari Bayer Leverkusen dengan nilai 1,3 Trilyun rupiah.

Berita Bola Terbaru:

Advertisement

Sementara itu Manchester City yang biasanya menempati urutan teratas pembelanja pemain baru setiap musimnya, secara mengejutkan hanya menduduki urutan kedua dengan Pep Guardiola hanya mendatangkan Nathan Ake (784 Milyar rupiah) dan Ferran Torres (307 Milyar rupiah), sebelum ditambah dengan perekrutan Ruben Dias (1,2 Trilyun) usai kekalahan menyedihkan 5-2 di tangan Leicester City

Urutan selengkapnya tim Liga Inggris paling boros belanja pemain baru pada musim panas 2020 ini seperti adalah sebagai berikut (dalam juta poundsterling):

Liga Inggris