Para Pahlawan Arsenal di Final Piala FA Tadi Malam, Pantang Dijual Arteta

Jurnal Sepakbola – Setidaknya ada dua atau tiga pemain Arsenal yang menjadi kunci kemenangan 2-1 pada partai final Piala FA tadi malam melawan Chelsea. Jangan sampai pemain-pemain ini dijual oleh Mikel Arteta.

Arsenal berhasil mengamankan tiket terakhir ke Liga Europa usai mengalahkan Chelsea 2-1 di Wembley Stadium pada final FA Cup, Minggu (2/8) dinihari. The Gunners sebenarnya kurang difavoritkan lantaran musim yang mengecewakan mereka di Premier League (finish urutan kedelapan) dan ketakutan para pendukung seolah-olah menjadi kenyataan saat tertinggal cepat oleh gol Christian Pulisic pada menit kelima.

Namun pasukan Mikel Arteta tahu bahwa bukan hanya trofi yang dipertaruhkan di sini, melainkan juga tiket ke Liga Europa, kompetisi level Eropa meski hanya kasta kedua. Mendadak usai water break babak pertama anak-anak Mikel Arteta bangkit kembali dan tampil beringas.

setelah sebelumnya mencatatkan satu peluang emas yang gagal menjadi gol, sebelum kapten tim tersebut mencetak gol kemenangan Arsenal yang sangat melegakan pada menit ke-67.

Berita Bola Terbaru:

Advertisement

Emiliano Martinez 8: Langsung melakukan penyelamatan brilian dari upaya Mason Mount menit ketiga. Gagal berbuat banyak atas gol Christian Pulisic menit kelima karena jarak yang terlalu dekat, tapi Martinez menebusnya lima menit berselang dengan melakukan penyelamatan untuk mencegah sang penyerang Amerika kembali mencetak gol. Penampilan matang dari seorang kiper cadangan.

Kieran Tierney 7: Bersalah untuk gol pembuka Chelsea karena dirinya sebagai bek terakhir dengan mudah dilewati oleh Pulisic. Selanjutnya Tierney menjadi bek yang paling berperan dalam penguasaan bola ketika timnya memulai membangun serangan dari arah belakang.

David Luiz 7: Gagal mencegah Olivier Giroud menerima bola dan mengumpan dengan tumitnya pada Pulisic untuk gol pertama Chelsea. Selebihnya Luiz tampil tenang dan memberikan kepemimpinan yang dibutuhkan di lini belakang.

Rob Holding 6: Menjadi bek sasaran para penyerang Chelsea dan kesulitan menghadapi kecepatan para pemain The BluesPerlahan performanya tumbuh seiring berjalannya waktu.

Ainsley Maitland-Niles 7: Sangat merepotkan pertahanan Chelsea sepanjang babak pertama dengan kecepatan dan akselerasinya. Pada babak kedua ia memilih fokus di pertahanan untuk membuat Reece James terdiam.

Hector Bellerin 7: Berlari dan berjuang keras untuk mengusik sisi kiri pertahanan The Blues. Akselerasi dan kecepatannya bahkan membuatnya berhasil menarik dua bek tengah Chelsea dan membiarkan Auba mendapatkan ruang terbuka untuk mencetak gol kedua.

Granit Xhaka 6: Sempat menjalani babak pertama yang lesu dan beberapa kali kehilangan bola, Xhaka bangkit dan membaik pada paruh kedua pertandingan final FA Cup semalam.

Dani Ceballos 7: Agak pasif selama paruh pertama laga dan memungkinkan Chelsea banyak mendapatkan kesempatan menyerang. Namun Ceballos membaik setelahnya, mendominasi lini tengah atas gelandang The Bluesmendistribusikan bola ke segala arah, dan bahkan juga melakukan blok serta tekel krusial atas upaya James.

Pierre-Emerick Aubameyang 9: Sekali lagi membuktikan sebagai pemain terbaik dan pahlawan The GunnersKecepatannya membuat Azpilicueta menjatuhkannya di dalam kotak dan berbuah penalti, sebelum dengan cerdik melakukan pergerakan yang mengecoh Kurt Zouma untuk mencetak gol kedua. Pantas Arsenal kini mati-matian ingin membuatnya bersedia memperpanjang kontraknya.

Alexandre Lacazette 6: Bekerja keras tanpa lelah di lini depan, meski kurang mendapatkan cukup peluang, membuatnya hanya sempat melakukan satu kali tembakan.

Nicolas Pepe 7: Mengirim assist untuk gol Aubameyang. Sepanjang laga Pepe sering memenangi pelanggaran dan terhubung baik dengan Auba di lini depan. Kurang beruntung golnya pada babak pertama dianulir karena offside.

Eddie Nketiah 5: Memberikan sedikit kesegaran di lini depan, tapi tak cukup berbuat banyak karena kurangnya waktu.

Sokratis Papastathopoulos -/- Baru masuk menit ke-88 untuk menggantikan Luiz.

Sead Kolasinac -/- Tak cukup punya skor karena hanya masuk pada menit terakhir injury time.

Internasional