Paul Pogba Melempem di Timnas, Didier Deschamps Salahkan Man United!

Jurnal Bola – Manajer timnas Prancis Didier Deschamps kembali menyerang Manchester United atas kondisi terkini dari gelandang berusia 27 tahun Paul Pogba.

Menurut bos pemenang Piala Dunia 2018 Didier Deschamps, Paul Pogba secara psikologis terluka oleh situasinya di Manchester United, dengan performa buruknya bahkan kini menular hingga ke tim nasional Prancis..

Mantan pemain termahal dunia kesulitan untuk mempertahankan tempat reguler di Old Trafford selama 18 bulan terakhir, terhambat oleh berbagai masalah mulai dari cedera, penyakit, hingga kehilangan performa terutama karena kurangnya gairah dalam bermain.

Perjuangannya berlanjut di arena internasional pada pertengahan pekan saat dia menjadi anggota skuad Prancis yang secara mengejutkan kalah 2-0 di kandang melawan Finlandia, membuatnya harus ditarik keluar menit ke-57 dan digantikan sesama pemain Premier League N’golo Kante.

Berita Bola Terbaru:

Advertisement

Kini Didier Deschamps mengakui bahwa Paul Pogba tidak berada dalam kondisi terbaiknya bersama skuad Les Blues dan itu ada kaitannya dengan waktu sulitnya saat ini bersama Manchester United.

“Dia tidak dalam performa terbaiknya, tentu saja. Saya tahu itu sebelum pertandingan,” kata Didier Deschamps kepada media, usai sebelumnya juga mengkritik United soal salah penempatan posisi untuk gelandang 27 tahun itu. “Pertandingan ini dimaksudkan untuk memberinya ritme. Dia tahu bahwa dia hanya akan bermain selama satu jam.”

“Sulit untuk diingat untuk menjadi positif. Jelas, dia tidak dalam salah satu periode yang lebih baik. Seperti semua pemain yang memiliki situasi klub yang tidak positif, mereka juga terpengaruh secara mental. Saya cukup mengenalnya dan itu bisa terjadi di beberapa titik dalam karirnya.”

Dengan situasi seperti ini, Didier Deschamps mengakui bahwa Paul Pogba kini tidak mendapatkan garansi untuk bisa turun sebagai starter dalam pertandingan Nations League, saat Prancis dijadwalkan menghadapi Portugal besok (15/11) WIB sebelum menghadapi Swedia di laga fase grup terakhir (18/11) WIB.

“Periode seperti ini bisa saja terjadi,” ujarnya. “Ia memiliki pengetahuan kelas atas, memiliki kebanggaan dan semangat untuk menjawab kritiknya. Setelah itu, saya memiliki keputusan untuk membuat semua elemen untuk dibandingkan dengan pemain lain.”

Internasional