Prediksi Liga Europa: Man Utd, Roma, Sevilla, Inter, Serta Jadwal Aneh

Jurnal Bola – Kompetisi Eropa akan dimulai lagi Kamis (6/8) dan Jumat (7/8) dinihari. Dari delapan pertandingan 16 besar Liga Europa yang belum selesai, dua jadwal yang melibatkan Inter vs Getafe dan Sevilla vs Roma akan terasa aneh.

Akhirnya kompetisi Eropa dimulai kembali setelah dihentikan pada awal Maret 2020. Manchester United akan tandang ke LASK Austria pada ajang Europa League dengan keunggulan 5-0 agregat dan dijagokan akan lolos ke perempat final. Demikian juga Basel yang sudah unggul 3-0 agregat akan menjamu Eintracht Frankfurt, serta Bayer Leverkusen yang menerima kedatangan Rangers dengan membawa skor 3-1 dari leg pertama.

Situasi yang lebih sulit dihadapi oleh Istanbul Basaksehir yang hanya unggul 1-0 agregat atas FC Copenhagen dan akan tandang ke Denmark. Demikian pun Shakhtar Donetsk dari Ukraina yang unggul agregat 2-1 dan akan menjamu tim Bundesliga, Wolfsburg. Skor 1-1 juga dibawa oleh Wolves saat menjamu Olympiakos.

Mereka merupakan enam dari delapan pertandingan 16 besar Liga Europa yang sudah terlanjur menyelesaikan leg pertama sebelum kompetisi dihentikan pada awal Maret 2020. Situasi aneh dihadapi untuk pertandingan Inter vs Getafe serta Sevilla vs Roma yang hanya akan dilangsungkan satu leg saja di lokasi netral di Jerman. Hal ini terpaksa dilakukan guna mempercepat penyelesaian kompetisi Europa League dan menghindari kerumitan karantina, yang diterapkan beberapa negara di Eropa, terutama menghadapi gelombang kedua serangan di Spanyol dan Inggris.

Berita Bola Terbaru:

Advertisement

Prediksi Liga Europa: Semua tim yang unggul dari leg pertama dijagokan menang atau mempertahankan keunggulannya untuk leg kedua serta lolos ke perempat final. Mereka adalah Manchester United, Basel dan Bayer Leverkusen. Satu-satunya pengecualian adalah Shakhtar Donetsk yang akan kehilangan suara gemuruh pendukungnya seturut larangan menghadirkan penonton ke stadion dan mungkin akan mengalami penderitaan kalah di kandang sendiri pada leg kedua serta melihat Wolfsburg lolos ke perempat final.

Manchester United tidak perlu disebutkan lagi karena memiliki keunggulan 5-0 atas LASK Austria dan, sejauh tidak berbuat kesalahan konyol, diperkirakan akan lolos dengan skuad lapis kedua yang akan diturunkan oleh Ole Gunnar Solskjaer.

Tim lain dari Premier League, Wolves, juga dijagokan lolos meski hanya bermain 1-1 dari leg pertama dan akan tandang ke Yunani untuk menghadapi Olympiakos.

Sevilla vs Roma, Dua Tim Dengan Rangkaian Kemenangan

Sementara itu situasi lebih sulit akan menunggu Sevilla, mantan juara tiga kali Liga Europa ini secara beruntun beberapa tahun silam. Namun bagaimana pun mereka lebih dijagokan daripada Roma. Sevilla sudah berhasil lolos ke perempat final kompetisi ini dalam tiga kesempatan saat mana mereka kemudian menjadi juaranya, yakni 2014, 2015 dan 2016. Anak buah Julen Lopetegui itu menikmati lima kemenangan dan satu kali draw di ajang LaLiga yang menyebabkan mereka akan berkompetisi di Liga Champions musim 2020/2021.

Roma sebenarnya juga dalam rangkaian tujuh kemenangan dari delapan laga teranyarnya di Serie A – termasuk kemenangan atas sang juara anyar Juventus – dan satu kali hasil imbang. Tapi Giallorossi selalu menemui kesulitan saat menghadapi lawan dari Liga Spanyol, kalah lima kali dari tujuh kesempatan berjumpa lawan LaLiga dan gagal pula mencetak gol dalam lima pertemuan tersebut.

Inter Dalam Gejolak, Hadapi Getafe yang Tengah Menurun

Inter vs Getafe merupakan laga satu leg lainnya pada babak 16 besar Europa League ini. Nerazzurri memasuki laga ini dengan sedikit guncangan setelah muncul omelan Antonio Conte terhadap pemilik perusahaan, Steven Zhang, yang dianggap kurang memberikan dukungan terhadapnya. Tapi kalau pun ada pergantian manajer, dipastikan tidak akan terjadi sekarang karena Conte akan menjadikan Liga Europa ini sebagai ajang pembuktian dirinya.

Inter kalah hanya satu kali dari 14 pertandingan terkininya usai kompetisi dimulai kembali pada akhir Juni. Sayangnya, catatan Inter menghadapi lawan-lawan mereka dari Liga Spanyol sedikit buruk.

Getafe, sang pembunuh Ajax – semifinalis Champions League musim lalu, berada dalam situasi lebih sulit dan membutuhkan lebih banyak keajaiban setelah menang hanya satu kali saja dari 11 pertandingan terkininya sejak kompetisi digulirkan kembali pada bulan Juni, menjatuhkan mereka ke urutan kedelapan klasemen dan menggagalkan kelolosan ke kompetisi Eropa untuk musim depan. Tapi dalam soal gawang bersih musim ini di ajang Liga Europa, Getafe (empat kali) hanya kalah dari Sevilla (5 kali), Basel (6) dan Manchester United (7).

Internasional