Rival Liga Champions Juventus Akan Baca Empat Dari Lima Evaluasi Ini

Jurnal Sepakbola – Rival-rival Juventus di kompetisi Liga Champions akan senang membaca empat dari lima evaluasi pertandingan Serie A mereka melawan Lazio yang usai dengan skor 2-1.

Juventus mengakhiri rangkaian tiga laga beruntun tanpa kemenangan dengan meraih tiga poin krusial atas tim atas Lazio dengan skor 2-1 di Allianz Stadium, Selasa (21/7) dinihari. Usai babak pertama tanpa gol, tuan rumah unggul padad awal paruh kedua setelah Cristiano Ronaldo sukses membuka skor lewat titik putih.

Dua menit kemudian penyerang Portugal itu menggandakan keunggulan timnya lewat sodoran manis Paulo Dybala, dengan Ciro Immobile memperkecil skor lewat penalti menit ke-83. Lazio sempat berusaha keras untuk mencetak gol balasan pada menit-menit akhir laga tetapi tuan rumah akhirnya berhasil menjaga keunggulan dan menutup laga dengan kemenangan tipis atas tim ibukota Italia tersebut.

Dan berikut ini adalah evaluasi penting usai kemenangan Juventus 2-1 atas Lazio, Selasa kemarin. Perhatikan poin pertama sampai empat yang sangat relevan untuk rival-rival Bianconeri di ajang kompetisi Liga Champions.

1. Juventus Sudah Hampir Pasti Menangi Scudetto

Semakin cepat La Vecchia Signora memastikan merebut gelar juara musim ini, semakin baik. Dengan begitu anak-anak Maurizio Sarri bisa segera mengalihkan perhatian mereka pada Champions League dengan mereka tertinggal 1-0 dari Olympique Lyon.

Usai kalah 4-2 dari Milan dan imbang beruntun melawan Atalanta dan Sassuolo, perburuan gelar tampak terbuka kembali untuk empat tim teratas. Namun para pesaing Juventus pada pekan 34 justru kehilangan poin saat Inter Milan dan Atalanta hanya bisa bermain imbang, sementara Lazio kalah. Kini Juventus pun menjauh lagi dengan keunggulan 8 poin di puncak klasemen dan hanya butuh 4 poin untuk memenangi Scudetto kesembilan mereka secara beruntun.

Semakin cepat Juventus mengakhiri musim, semakin banyak waktu istirahat yang diperoleh skuad utama sebelum leg kedua melawan Lyon, yang akan terselenggara 8 Agustus.

2. Cristiano Ronaldo Masih Sangat Ambisius

Cristiano Ronaldo identik dengan pemecahan rekor dan meski pun ia sudah berusia 35 tahun pada Februari lalu, pemain internasional Portugal itu membuktikan diri belum habis.

Pemenang Ballon d’Or lima kali itu memecahkan rekor lagi melawan Lazio, dengan golnya pada menit ke-51 membawanya mencetak 50 gol hanya dalam 61 pertandingan, membuatnya menjadi pemain tercepat dalam sejarah Serie A yang mencapai tonggak 50 gol. Selain itu Ronaldo juga menjadi satu-satunya pemain yang berhasil mencetak 50 gol atau lebih di tiga ajang sekaligus: Premier League, LaLiga, dan Serie A.

Bagi rival-rival Juventus di Liga Champions, ini berarti memutus suplai bola kepada Ronaldo bisa menyelesaikan sebagian ancaman mereka.

3. Perburuan Top Skor Memanas

Ronaldo dan Ciro Immobile terlibat dalam perburuan top skor musim ini. Dalam laga Selasa dinihari itu, keduanya sama-sama mencetak gol bagi timnya masing-masing, dengan superstar Juventus memborong dua gol dan penyerang Lazio memperkecil skor bagi timnya tujuh menit jelang laga bubar.

Menariknya bahwa kini keduanya sama-sama telah mencetak 30 gol, dan keduanya juga sama-sama mencetak 12 gol dari titik penalti. Keduanya juga kini hanya berjarak 4 gol dari Robert Lewandowski dalam perburuan Sepatu Emas Eropa.

4. Juventus Sulit Menjaga Gawang Bersih

Inilah kabar paling menggembirakan bagi calon lawan Juventus di Champions League. Kebobolan satu gol melawan Lazio berarti Juventus selalu kebobolan dalam enam laga terakhir, dengan total kebobolan hingga 12 gol.

Sementara di sepanjang musim ini, pasukan Maurizio Sarri kebobolan 36 gol dari 34 laga, berarti kebobolan 1,06 gol per laga. Leonardo Bonucci tampaknya benar-benar perlu memperbaiki performanya, dengan bek Italia itu sekali lagi menjadi titik lemah di lini belakang tim dan menjadi penyebab Lazio mendapatkan penalti, sementara Wojciech Szczesny belakangan juga memiliki tingkat penyelamatan yang buruk.

Lyon yang menjadi lawan 16 besar Bianconeri tidak akan sabar melanjutkan leg kedua mereka melawan pasukan Sarri ini.

5. Rekor Buruk Lazio Berlanjut

Yang ini kurang relevan untuk lawan-lawan di Eropa, melainkan lebih cocok untuk Atalanta dan Inter Milan. Ketika kompetisi ini terhenti, Presiden Lazio Claudio Lotito mengatakan bahwa kompetisi Serie A harus dilanjutkan karena menolak Juventus dinobatkan sebagai juara tanpa bertanding lagi, dan optimis Biancocelesti bisa menyalip sang juara bertahan.

Apa daya, usai kompetisi dilanjutkan pasca lockdown, performa Le Aquile justru merosot. Alih-alih bersaing dengan Juventus, mereka justru disalip Inter Milan dan Atalanta dan turun ke urutan keempat. Skuad asuhan Simone Inzaghi telah tanpa kemenangan pada lima laga terakhir, kalah empat kali!