Sir Alex Ferguson Dilarang Tonton United Bertanding

Liga Premier – Mantan manajer tersukses , Sir Alex Ferguson sepertinya tidak akan bisa untuk menonton pertandingan United sementara ini. Ferguson dilarang tonton United akibat penanganan dari Liga Premier untuk membatasi penyebaran virus Corona. Ferguson memang selalu berada di tribun penonton Old Trafford pada setiap laga yang dimainkan oleh Setan Merah.

Pemerintah mendesak dengan rencana baru untuk membendung wabah virus Corona. Mereka bertemu untuk membahas bagaimana menangani virus Corona yang mencengkeram dunia dengan 3.600 kematian sejauh ini. Salah satu hasil yang mungkin dari pertemuan antara pemerintah dan otoritas olahraga adalah bahwa setiap orang yang berusia lebih dari 70 tahun akan dilarang menghadiri pertandingan Liga Premier.

Ferguson Dilarang Tonton United, Nasib Hodgson Juga Sama

Sebelumnya, laga Serie A harus dimainkan secara tertutup. Dan kini Liga Premier akan melarang setiap “orang tua” untuk datang ke stadion. Ini akan berdampak signifikan bagi beberapa klub Liga Premier. Salah satunya adalah bos Crystal Palace, Roy Hodgson yang berusia 72 tahun. Hodgson kemungkinan harus menonton anak asuhnya dari rumah melalui televisi. Ferguson, yang berusia 78 tahun, juga tidak akan diizinkan masuk ke Old Trafford seandainya rencana tersebut ditetapkan. Ferguson merupakan manajer tersukses yang pernah dimiliki oleh Setan Merah sejauh ini. Memipin tim sejak 6 November 1986, Fergie mengakhiri kariernya 27 tahun kemudian pada 19 Mei 2013. Dengan 1.500 laga, ia berhasil membawa United meraih kesuksesan di Inggris, Eropa maupun Dunia.

Liga Premier masih akan terus dilakukan. Dan para fans Liverpool bisa saja khawatir tentang kemungkinan melihat kesuksesan gelar mereka dibatalkan. Tapi ada kemungkinan nyata pertandingan bisa dimainkan secara tertutup. Atau hanya dengan penggemar yang berusia di bawah 70 tahun yang hadir.

Laga Internasional Dibatalkan

Dunia saat ini dalam krisis, dengan dua pertandingan terakhir Italia, melawan Irlandia dan Inggris, dibatalkan. Italia adalah negara Eropa yang paling parah terkena dampaknya. Mengakibatkan jumlah korban jiwa menjadi 233 dengan lebih dari 5.800 kasus tercatat. Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) juga mencatat lebih dari 106.000 orang di seluruh dunia telah terkena virus Corona.