PSG dalam Tahap Awal Perpanjangan Kontrak Thiago Silva

Ligue 1 – Banyak yang mengharapkan perpanjangan kontrak Thiago Silva dilanjutkan, begitu kontraknya berakhir kapan pun musim 2019-20 berakhir. Tanpa laporan serius tentang perpanjangan, sepertinya kapten Paris Saint-Germain tidak akan kembali untuk musim lain. Namun, semua itu bisa saja berubah.

Pemain berusia 35 tahun itu kemungkinan akan bertahan. Leonardo, direktur olahraga PSG, berbicara dengan RMC Sport dan menyoroti posisi yang ingin ditingkatkan ketika jendela transfer terbuka. Dari posisi yang disebutkan, bek tengah bukanlah salah satu dari mereka. Menurut jurnalis Brasil, Isabela Pagliari di Europe 1, Les Parisiens berada pada tahap awal dengan Silva atas kemungkinan perpanjangan. Dan itu menjelaskan mengapa Leonardo tidak memprioritaskan bek tengah.

“Paris Saint-Germain ingin menawarkan kontrak baru ke Silva. Percakapan antara kedua pihak hanya di awal,” kata Pagliari. “Dia memberikan prioritas kepada PSG karena dia mencintai klub, dia adalah idola di Paris.”

“Dia merasa baik di Paris, di Erop. Dia baru-baru ini memperoleh kewarganegaraan Prancis. Selain itu, ia ingin bermain di Piala Dunia di Qatar pada 2022,” lanjut Pagliari. “Tetap di Eropa lebih mudah untuk memainkan pertandingan terbaik dan dilihat oleh pelatih Brasil, Tite.”

Perpanjangan Kontrak Thiago Silva Siap untuk Diselesaikan

Tampaknya kedua belah pihak ingin menyelesaikan. Dan dengan Leonardo tidak melihat bek tengah lainnya, sepertinya itu akan selesai.

“Dengan krisis, segalanya telah berubah sedikit untuk semua orang, kami tidak tahu bagaimana jendela transfer akan terjad. Mulai tanggal mulai dan berakhir, itu agak kabur saat ini,” kata Pagliari. “Yang pasti, PSG ingin memperpanjang Thiago dan ingin dia tetap tinggal.” Tutupnya.

Silva sendiri saat ini sedang berada di tanah kelahirannya di Brasil. Ia bersama istrinya keluar dari Prancis, karena virus Corona yang semakin besar di Eropa. Brasil juga mencatat kasus yang lumayan tinggi, namun setidaknya Silva masih bisa berada di sekitar keluarganya di Brasil. Prancis mencatat 161 ribu lebih kasus dengan lebih dari 22 ribu orang meninggal. Sedangkan Brasil melaporkan kurang dari 60 ribu kasus dengan kematian mencapai 4.000 orang sejauh ini.