Tak Hanya ‘Sarri Out’ Saja, Juventus Butuh Ganti Pemain Besar-besaran

Jurnal Sepakbola – ‘Sarri Out’ menjadi trending topik khusus di kalangan Juventini usai tersingkirnya Juventus dari Liga Champions di tangan Lyon. Kemenangan 2-1 (agregat 2-2) di Allianz Stadium tidak cukup menjaga mereka di kompetisi elit Eropa itu.

Sebelumnya ada laporan dari SunSport bahwa Olympique Lyon pada babak 16 besar Champions League. Empat nama manajer mulai dari Mauricio Pochettino, Zinedine Zidane, Simone Inzaghi hingga Gian Piero Gasperini semua masuk dalam daftar pengganti Sarri.

Posisi manajer 61 tahun itu sepanjang musim ini selalu dipertanyakan karena dianggap gagal membawa raksasa Turin bermain menarik, saat taktik Sarri-ball miliknya gagal diterapkan para pemain yang justru membuat permainan Juventus makin membosankan. Mengganti manajer mungkin bisa menjadi langkah awal perubahan, tapi mereka harus melakukan lebih dari sekadar mengganti pelatih jika ingin menjuarai kompetisi Eropa yang telah lama mereka nantikan, yakni melakukan perubahan skuad mereka secara besar-besaran.

Saat membawa Cristiano Ronaldo masuk pada tahun 2018, jelas niat utama Juventus adalah berharap kedatangan superstar Portugal itu akan menolong mereka naik kasta dan bisa mengakhiri penantian gelar Liga Champions sejak tahun 1996 yang gagal mereka menangkan.

Berita Bola Terbaru:

Advertisement

Diketahui oleh banyak fans bahwa skuad The Old Lady saat ini tidak cukup baik untuk mendukung Ronaldo di depan, khususnya deretan pemain di lini tengah yang kurang kreatif, dan ini membuat pihak manajemen perlu melakukan perombakan besar-besaran pada skuadnya.

Ingat bahwa pada era Massimiliano Allegri, Juventus sukses dua kali lolos ke partai final karena mereka memiliki barisan gelandang terbaik dunia dengan nama-nama seperti Andrea Pirlo, Paul Pogba, Arturo Vidal, dan Claudio Marchisio. Usai era itu berakhir, raksasa Turin gagal mendapatkan playmaker baru meski mereka telah tanpa henti dikaitkan dengan sejumlah pemain kreatif mulai dari Mario Goetze, Isco Alarcon, Julian Draxler, hingga James Rodriguez.

Sementara saat ini, skuad starting XI Juventus bahkan tak bisa disebut lebih baik dari Manchester United yang tidak bermain di Liga Champions, ataupun dari skuad muda Chelsea Frank Lampard yang ngos-ngosan untuk finish pada posisi empat besar Premier League.

Kini dengan tersisihnya mereka dari Eropa, pihak manajemen harus lebih bijak untuk membangun skuad mereka kembali karena, ingat, bahwa Cristiano Ronaldo sendiri saja tidak cukup untuk membawa perubahan bagi Juve. Mendatangkan gelandang kreatif harus menjadi prioritas, terlebih karena Miralem Pjanic akan pergi, dan Arthur Melo penggantinya bukanlah tipe pemain No 10.

Sayangnya tak banyak opsi tersedia di musim panas ini, dengan Paul Pogba juga tampaknya akan bertahan di Old Trafford. Tapi Juventus mungkin bisa menghidupkan karir James Rodriguez yang terlantar di Real Madrid.

Sebagai contoh pentingnya pemain kreatif lihatlah Manchester United saat ini. Berawal dari tim yang hanya mengandalkan serangan balik cepat pada periode pertama Premier League, kedatangan Bruno Fernandes membuat mereka bisa nyaman memainkan bola dan membuka pertahanan ketat lawan yang bermain defensif.

Sementara Douglas Costa, Gonzalo Higuain, dan Federico Bernardeschi tak efektif di lini depan, mendatangkan penyerang baru juga sangat penting. Juventus juga harus bijak dalam hal ini untuk tidak sembarang membeli striker level kedua seperti Alexandre Lacazette atau Arkadiusz Milik. Tapi mari berharap Dejan Kulusevski bisa diandalkan musim depan.

Satu lagi mungkin adalah bek sayap lincah, lantaran duo Alex Sandro dan Danilo cenderung kaku, tidak tipe seperti Joao Cancelo yang atraktif dan eksplosif yang sayangnya dilepas ke Manchester City. Sementara itu para pemain Juventus yang cuma makan gaji buta seperti Sami Khedira, Blaise Matuidi hingga Gonzalo Higuain sudah saatnya dilepas untuk mendatangkan pemain yang lebih menunjang tim untuk bermain menarik, kreatif, dan menyerang.

Liga Champions